Kategori
Bisnis

Pengusaha Tuntut Kepastian Vaksin dan Omnibus Law

Tidak Suka Kejutan, Pengusaha Tuntut Kepastian Vaksin dan Omnibus Law

Pengusaha Tuntut Kepastian Vaksin dan Omnibus Law – Pelaku usaha meminta kepastian skenario vaksin yang akan dijalankan pemerintah tahun depan. Hal itu menyusul kabar terbaru dari produsen vaksin dan lembaga terkait yang mana vaksinasi baru bisa dimulai pada akhir Januari 2021. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P Roeslani mengatakan, pengusaha hanya membutuhkan dua hal sebagai Download APK IDNPlay Poker game changer perekonomian pada tahun ini.

Pertama, adalah kepastian vaksinasi COVID-19, dan kedua adalah Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) atau Omnibus Law. “Karena dunia usaha tidak suka surprises,” katanya dalam webinar Economic Outlook 2021: Memacu Pertumbuhan di Tengah Pandemik yang digelar BeritaSatu, Selasa.

Pengusaha tuntut kepastian vaksinasi COVID-19 secara massal

Rosan meminta kepastian kepada pemerintah kapan akan dilakukan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat secara luas. Menurutnya penundaan vaksinasi juga berimbas pada penundaan pemulihan dunia usaha.

“Apakah vaksin di semester I sehingga tekanan di semester II mulai membaik dan roda perekonomian baru berjalan. Pada Januari minggu 2-3 akan mulai disuntikan. Kapan heavy dan penyuntikan sebagian besar kapan dilakukan. Ini perlu skenario lain,” katanya.

Vaksinasi bisa bantu pertumbuhan ekonomi

Rosan mengatakan dengan adanya vaksinasi COVID-19 akan berdampak pada pemulihan belanja dan konsumsi domestik Indonesia. Terlebih, sektor konsumsi menyumbang sampai 57 persen terhadap perekonomian Indonesia.

“Dengan vaksinasi diharapkan orang akan mulai belanja, bepergian dan konsumsi meningkat,” katanya.

Omnibus law juga diperlukan pengusaha

Game changer kedua, menurut Rosan, adalah Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) atau omnibus law. Berdasarkan aturan yang ada, ia meminta pemerintah pada Februari 2021 sudah menyiapkan aturan turunan dari Omnibus Law, berupa peraturan pemerintah (PP) dan peraturan presiden (Perpres).

Dengan begitu, kata dia, akan muncul harapan kepercayaan, produktivitas yang meningkat dan terciptanya lapangan kerja.

“Ini (omnibus law) akan lebih berikan kepastian dunia usaha dalam dan luar negeri. Ini lebih banyak investasi dalam negeri dibanding di luar. Kesempatan ada. Apalagi dengan tension di Tiongkok. US, Jepang, Eropa sudah sampaikan ke perusahaan untuk keluar dari Tiongkok. Ini bisa di capitilized sehingga UU Cipta Kerja bisa jadi game changer kedua,” katanya.

Kategori
Society

Singapura Akan Beri Bonus bagi Warga

Singapura Akan Beri Bonus bagi Warga yang Mau Punya Anak Saat Pandemik

Singapura Akan Beri Bonus bagi Warga – Penerapan Social Distancing dan Physical Distancing membuat banyak orang lebih memilih berdiam di rumah. Akibatnya jumlah ibu hamil selama pandemi karena terlalu lama berdiam di rumah kini banyak terjadi. Pemerintah Singapura menawarkan insentif tambahan kepada pasangan yang ingin memiliki anak selama pandemik COVID-19.

Cara ini ditempuh oleh pemerintah karena tingkat kelahiran anak di Negeri Singa termasuk yang paling rendah di dunia. Stasiun berita doelgercenter.com, Selasa melaporkan, tingkat kelahiran itu makin rendah karena pasangan di Singapura menunda keinginan mereka memiliki anak. Sebab, mereka tengah berjuang menghadapi stres keuangan dan banyak yang kehilangan pekerjaan akibat pandemik COVID-19.

Bonus ini berbeda dari Download APK IDN Play insentif yang sudah diberikan oleh Pemerintah Singapura senilai SGD$10 ribu atau setara Rp108,4 juta kepada pasangan yang memiliki anak sebelum pandemik. Namun, Singapura belum menentukan nominal insentif yang akan diberikan kepada pasangan yang bersedia memiliki anak saat pandemik COVID-19. Hal itu akan diumumkan ke publik nanti.

“Kami telah menerima masukan bahwa COVID-19 telah menyebabkan beberapa pasangan yang semula ingin menjadi orang tua menunda rencana itu,” ungkap Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat pada Senin, lalu. Berapa tingkat kelahiran anak di Singapura?

Tingkat kelahiran di Filipina malah melonjak selama masa pandemik

Di Filipina, tingkat kelahiran anak yang tidak direncanakan diprediksi meningkat hingga 2,6 juta. Angka itu merupakan prediksi bila lockdown terus diberlakukan di Filipina hingga akhir 2020.

Presiden Rodrigo Duterte kembali memberlakukan lockdown terbatas di area ibu kota Manila untuk mencegah meluasnya pandemik COVID-19.

“Angka ini juga merupakan epidemik,” ungkap juru bicara Badan PBB untuk bidang populasi (UNPF), Aimee Santos, yang dikutip stasiun berita BBC.

Kini, jumlah populasi Filipina merupakan terbesar kedua di kawasan Asia Tenggara dengan angka 108,4 juta jiwa. Sementara di sisi lain, Filipina kini menjadi episentrum COVID-19 di kawasan Asia Tenggara, di mana 307 ribu lebih warga telah terpapar virus corona.

Sedangkan, dalam pandangan anggota senat Risa Hontiveros, isu pandemik COVID-19 menutupi isu penting lainnya seperti anak-anak dan perempuan. Padahal, mereka merupakan kelompok yang paling terdampak dari pandemik.

“Sudah saatnya menjadikan isu ini sebagai prioritas,” kata perempuan yang menjadi ketua komite di senat mengenai perempuan.

Tingkat kelahiran anak di Singapura sempat berada di level terendah pada 2018

Berdasarkan data Laporan Pencatatan Kelahiran dan Kematian Pemerintah Negeri Singa, tingkat kelahiran anak di Singapura sempat berada di level terendah pada 2018. Pada tahun ini hanya 39.039 kelahiran yang didaftarkan ke pemerintah. Angka tersebut mengalami penurunan 1,5 persen dibandingkan 2017.

lg.php?bannerid=0&campaignid=0&zoneid=6081&loc=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Fnews%2Fworld%2Fsanti dewi%2Fsingapura akan beri bonus bagi warga yang mau punya anak saat pandemik%3Fq%3Dwarga&referer=https%3A%2F%2Fwww.idntimes - Singapura Akan Beri Bonus bagi Warga

Harian Singapura, The Straits Times, 22 Juli 2019 lalu melaporkan pada 2018 angka kematian warga Negeri Singa justru meningkat 1,8 persen menjadi 21.282. Sebelumnya, di 2017, angka kematian warga Singapura mencapai 20.905.

Menurut sosiolog di Universitas Nasional Singapura, Tan Ern Ser, tren penurunan kelahiran akan terus terjadi di Negeri Singa. Hal ini mengkhawatirkan karena populasi harus terus diisi untuk memastikan tingkat perekonomian terus meningkat. Dengan begitu warga lansia bisa ikut merasakan dampaknya.

Asisten pengajar ilmu sosial di Universitas Singapura, Kang Soon-Hock mengatakan, rendahnya tingkat kelahiran bayi di Negeri Singa sudah terjadi jauh sebelum pandemik. Hal itu lantaran kaum muda Singapura lebih memilih berstatus single. Sementara, pasangan yang telah menikah menunda untuk memiliki bayi dan menjadi orang tua.

Situasi serupa juga ditemukan di Tiongkok. Angka kelahiran bayi di Negeri Tirai Bambu mencapai titik terendah sejak negara itu terbentuk 70 tahun lalu. Rendahnya tingkat kelahiran bayi tetap terjadi, meski pemerintah telah mencabut kebijakan warga hanya boleh memiliki satu anak.

Indonesia menghadapi kenyataan ada lebih dari 400 ribu kehamilan tak direncanakan selama pandemik

Situasi serupa juga terjadi di Indonesia. Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 19 Mei 2020 menyebut, ada lebih dari 400 ribu kehamilan tidak direncanakan yang muncul selama pandemik COVID-19.

Menurut Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, salah satu penyebab ledakan kehamilan terjadi karena sejumlah klinik kesehatan dan kandungan ditutup selama masa pandemik. Akhirnya masyarakat sulit mengakses alat kontrasepsi.

“Saya kira banyak orang yang tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam keadaan ini, sebab banyak yang mematuhi peraturan pemerintah untuk tinggal di rumah kecuali dalam keadaan darurat, yang mengharuskan ke luar rumah,” kata Hasto.

Sehingga, diprediksi pada 2021, akan ada lebih dari 420 ribu bayi yang baru lahir. Padahal, Indonesia sudah tercatat menjadi negara dengan penduduk paling banyak di kawasan Asia Tenggara. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, pada 2020 jumlah penduduk di Indonesia akan meningkat menjadi 271 juta jiwa.

Kategori
Society

UPDATE – 72.050 Pasien Berhasil Sembuh dari COVID-19

UPDATE – 72.050 Pasien Berhasil Sembuh dari COVID-19

UPDATE – 72.050 Pasien Berhasil Sembuh dari COVID-19, – Satgas Penanganan COVID-19 merilis data perkembangan COVID-19 di Indonesia per Selasa.

Terjadi penambahan 1.813 kasus sembuh COVID-19 hari ini. Dengan demikian total kasus sembuh COVID-19 tembus 72.050.

Dengan demikian, jumlah kasus sembuh tersebut mencapai 62,6 persen dari kasus COVID-19 di Indonesia yang mencapai 115.056.

Sebanyak 5.388 orang di Indonesia meninggal karena COVID-19

Satgas COVID-19 juga melaporkan, jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia 5.388 kasus. Angka tersebut muncul karena ada penambahan kasus meninggal sebanyak 86 orang.

Angka tersebut adalah 4,6 persen dari total kasus COVID-19 di Indonesia.

Kasus positif COVID-19 di dunia mencapai 18,4 juta orang

Mengutip situs worldometers.info, hingga 4 Agustus 2020 pukul 15.53 WIB, secara global terdapat 18.463.904 orang terpapar virus corona. Kasus terbanyak masih berada di Amerika Serikat dengan 4.862.285 kasus.

Dari 18,4 juta kasus itu, 697.737 di antaranya meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh mencapai 11.691.464 orang.

Telah terbukti, COVID-19 menular melalui airborne

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan penyebaran virus COVID-19 dapat melalui udara. Dan hal itu melalui bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai sejak awal kemunculan COVID-19.

“Jika ada droplet kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19) bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang,” ujarnya, Selasa Juli 2020.

Amin menerangkan virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

“Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer,” jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airbone. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

“Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan,” imbuhnya.

Kategori
Bisnis Society

Eucalyptus Bisa Bunuh COVID-19

Eucalyptus Bisa Bunuh COVID-19

Eucalyptus Bisa Bunuh COVID-19 – Balai Penelitian Rempah dan Obat Kementerian Pertanian menguji minyak dari pohon Eucalyptus sebagai antivirus corona. Tahapan terkini dari uji itu sudah sampai molecular docking, mencocokkan ke virus, dan sudah pula diuji pada sel terinfeksi virus itu di laboratorium (in vitro).

“Hasil uji in vitro, 60 hingga 80 persen virusnya mati. Tapi memang virusnya bukan (penyebab) COVID-19, kami coba ke virus corona lain,” kata Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Kementerian Pertanian, Evi Safitri ketika berbicara dalam webinar Rempah-rempah, Pengetahuan Medis, dan Praktik Kesehatan di Indonesia yang digelar Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Selasa.

Evi menerangkan, penambatan molekul atau molecular docking adalah metode komputasi bertujuan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya pada uji in vitro.

Ia mengatakan, Balitro mencoba meneliti sejumlah tanaman rempah dan obat untuk dapat digunakan mengatasi Covid-19. Beberapa di antaranya jahe merah, kunyit, temulawak, kayumanis, cengkeh, kulit jeruk, jambu biji, meniran, sambiloto, seraiwangi, eukaliptus, kayuputih, minyak kelapa murni atau VCO.

Sebenarnya, menurut Evi, ada banyak jenis tanaman yang memiliki potensi untuk pengobatan. Terlebih Indonesia berada diperingkat tiga negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

Namun, baru sekitar 300 jenis tanaman yang sudah diteliti atau dimanfaatkan untuk pengobatan. “Itu pun kebanyakan baru sampai level jamu.”

Kementerian Pertanian (Kementan) berencana memproduksi massal produk kalung antivirus Corona dari bahan eucalyptus atau kayu putih. Disebutkan bahwa tanaman eucalyptus bisa bunuh virus Corona, terbukti dari uji laboratorium Kementan.

Selain kalung, Kementan juga berencana untuk membuat produk inovasi antivirus Corona dengan bentuk inhaler, roll on, salep, dan difuser.

Berbicara mengenai hal tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr dr Inggrid Tania, MSi, mengatakan bahwa eucalyptus memang memiliki zat yang bersifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Namun belum ada penelitian spesifik mengenai manfaatnya untuk COVID-19.

“Penelitian Kementan ini baru diujikan sampai tahap in vitro pada virus influenza, beta corona, gamma corona. Belum diuji spesifik terhadap virusnya COVID-19 yakni virus SARS-CoV-2,” tutur dr Inggrid kepada detikcom, Sabtu (4/7/2020).

Maksudnya adalah hasil uji yang melaporkan kandungan antivirus dalam minyak atsiri yang disebut 1,8-cineol masih terbatas pada virus Corona secara umum saja, tidak spesifik pada jenis virus yang menjadi penyebab COVID-19 yakni SARS-CoV-2.

Dijelaskan juga oleh dr Inggrid, klaim antivirus COVID-19 baru bisa diperoleh jika sudah ada hasil spesifik terhadap strain SARS-CoV-2 sebab tak cukup hanya dengan uji virus Corona secara umum.

“Mohon berhati-hati, karena klaim sebagai “antivirus Corona” bisa misleading. Karena ternyata banyak pemahaman masyarakat yang salah, menduga bahwa antara ‘virus Corona’ dengan ‘virusnya COVID-19’ adalah sama atau identik padahal cukup beda karakteristiknya,” jelasnya.

Penggunaan eucalyptus atau minyak atsiri memang sering digunakan untuk mengatasi keluhan terkait saluran pernapasan. Kandungan 1,8-cineol pada eucalyptus memiliki sifat anti-inflamasi yang secara teori mungkin bermanfaat bagi pasien COVID-19.

Namun, penggunaannya sebagai ‘antivirus’ COVID-19 perlu dilakukan uji klinis terlebih dahulu.

“Jika ingin uji kliniknya segera dalam waktu cepat, bisa diarahkan untuk pembuktian efikasi dalam hal perbaikan gejala pernafasan pada pasien COVID-19,” pungkas dr Inggrid.

Kategori
Bisnis

Barang Tak Terpakai Bisa Jadi Peluang Bisnis

Barang Tak Terpakai Bisa Jadi Peluang Bisnis

Barang Tak Terpakai Bisa Jadi Peluang Bisnis – Salah satu usaha yang bisa di jalankan tanpa modal adalah menjual barang bekas. Membuka usaha di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) dapat membantu kondisi perekonomian di tengah ketidakpastian saat ini.

Pakar Marketing Hermawan Kartajaya mengatakan saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyisihkan barang yang tidak terpakai di rumah untuk dijual agar menghasilkan pundi-pundi rupiah. Menurutnya, dengan kondisi saat ini banyak masyarakat yang mencari barang murah yang penting berkualitas.

“Buat penjual ini bisa ngendorin barang di rumah supaya tidak ngotorin rumah. Bisa dapat penghasilan tambahan, baju yang sering nggak dipakai, alat yang sering nggak dipakai itu memang lebih baik dijual dari pada di biarkan atau dibuang,” kata Hermawan.

Barang bekas yang berpeluang mendapatkan cuan yakni pakaian, tas, alat elektronik, lukisan, hingga barang antik lainnya.

“Pajangan rumah yang sudah bosan bisa dijual. Lukisan, ada kan yang dulu diam-diam orang ngoleksi lukisan sekarang waktunya jual mungkin ada orang nyari lukisan murah. Handphone bekas juga bisa dijual kalau ada orang yang punya 2-3 handphone kan banyak, sekarang waktunya dijual satu,” ucapnya.

Dia pun mencontohkan seperti di luar negeri yang tidak malu untuk berbisnis barang bekas asalkan barang tersebut masih berkualitas dan layak jual.

“Itu kalau di luar negeri seperti di Australia itu ada toko barang bekas. Ya itu biasa saja kalau di luar negeri saya lihat kelas atas pun nggak malu-malu cari barang bekas. Banyak tas branded bekas cuma nggak ketahuan aja,” imbuhnya.

Hanya Inspirasi

Jika ingin mencoba bisnis ini, Hermawan menyarankan agar barang bekas tersebut dititipkan di toko-toko atau platform online yang memang menjual barang bekas. Hal ini dilakukan untuk memudahkan calon pembeli mencari barang bekas yang dicari.

“Jadi mesti dititipin kayak di Pasar Senen kalau memang ada itu mesti dititipin di situ. Atau mungkin ada platformnya sendiri seperti OLX itu hanya nasihatku titipin saja di sana,” sarannya.

Jika ingin menekuni bisnis ini secara berkesinambungan, Anda bisa membuka toko secara mandiri dengan membuat brand sendiri yang bisa meyakini orang lain. Mencari keunikan yang tidak dimiliki pesaing juga diperlukan dalam berbisnis.

“Kalau kamu mau berkesinambungan, barang bekas apa dikasih brand, brand apa gitu. Kalau brand ini barang bekas tapi terjamin, brand kan semacam jaminan. Siapa yang bilang barang bekas nggak ada jaminan?” katanya.

Sebagai pebisnis barang bekas, Anda jangan malu untuk mengakui bahwa yang dijual tersebut bukanlah barang-barang baru. Sampaikan sejujurnya kepada calon pembeli.

“Tokonya nggak bohong, jadi memang barang bekas karena harganya memang miring,” imbuhnya.

Kategori
Society

Harga Emas Naik

Harga Emas Naik, – Harga jual emas PT Antam (Persero Tbk berada di posisi Rp900 ribu per gram pada Kamis. Harga emas tercatat menguat Rp5.000 per gram dibandingkan posisi kemarin, yakni Rp895 ribu per gram.

Serupa, harga pembelian kembali (buyback) naik Rp6.000 per gram dari Rp784 ribu menjadi Rp790 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp480 ribu, 2 gram Rp1,74 juta, 3 gram Rp2,58 juta, 5 gram Rp4,28 juta, 10 gram Rp8,49 juta, 25 gram Rp21,12 juta, dan 50 gram Rp42,14 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp84,21 juta, 250 gram Rp210,26 juta, 500 gram Rp420,32 juta, dan 1 kilogram Rp840,6 juta.

Sementara, harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX turun 0,07 persen menjadi US$1.734 per troy ons. Sedangkan, harga emas di perdagangan spot turun 0,12 persen ke US$1.724 per troy ons pada pagi ini.

Harga jual emas sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Selain itu, kebijakan bank sentral AS, The Fed, juga menopang harga emas. The Fed meluncurkan program pembelian obligasi korporasi AS di pasar sekunder. Guna menjalankan program itu The Fed menyiapkan anggaran hingga US$750 miliar.

Ariston menilai kebijakan itu bisa membuat likuiditas dolar AS di pasar bertambah, sehingga menopang harga emas.

“Stimulus The Fed membantu harga emas bertahan di atas US$1.700 per troy ons,” imbuhnya.

Dengan sentimen di atas, ia memprediksi harga emas di pasar spot berpotensi menguat ke kisaran US$1.710 hingga US$1.740per troy ons.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan pelaku pasar masih khawatir terhadap perkembangan kasus covid-19 yang belum melandai secara global.

Bahkan, pelaku pasar khawatir terjadi gelombang kedua pandemi virus corona usai sejumlah negara melakukan pelanggaran, sehingga mengganggu pemulihan ekonomi.

“Konflik geopolitik di Asia antara Korea Utara dan Korea Selatan serta China dan India, menambah kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi gangguan ekonomi,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis

Kemarin harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam berada di posisi Rp895 ribu per gram pada Rabu. Harga emas tercatat turun Rp3.000 dibandingkan posisi kemarin yakni Rp898 ribu per gram.

Serupa, harga pembelian kembali (buyback) turun Rp3.000 per gram dari Rp787 ribu menjadi Rp784 per gram. Sedangkan pada hari ini Kamis, Harga emas naik Rp900 ribu per gram.

Pandemi virus covid-19 gelombang II ini sangat berpengaruh atas harga emas. Harga bisa berubah-ubah setiap waktu. Emas menjadi salah satu pilihan investasi yang banyak diminati semua orang.