Kategori
Bisnis

Titik Balik Perempuan dalam Dunia Bisnis di Masa Pandemik

Titik Balik Perempuan dalam Dunia Bisnis di Masa Pandemik

Titik Balik Perempuan dalam Dunia Bisnis di Masa Pandemik – Wanita adalah sebutan yang digunakan untuk manusia yang berjenis kelamin atau berjenis kelamin perempuan, sedangkan Perempuan adalah manusia berjenis kelamin betina. Berbeda dari wanita, istilah “perempuan” dapat merujuk kepada orang yang telah dewasa maupun yang masih anak-anak.

Perempuan menjadi salah satu pihak yang terkena imbas Pandemik COVID-19 dari segi bisnis. Namun, hal ini justru menjadi celah untuk Login Club388 menemukan kekuatan, tantangan, dan peluang bagi pengusaha perempuan dalam memberikan apa yang dibutuhkan pasar.

Pada peringatan International Development Week 2021, NSLIC/NSELRED Project yang didukung oleh Pemerintah Kanada menyelenggarakan webinar bertajuk “Women’s Roles in Business and Leadership during the Global Pandemic: Strengths, Challenges, and Opportinities”. Berbagai narasumber perempuan hadir membagikan pengalamannya. Ubah bencana jadi peluang, berikut  titik balik perempuan dalam dunia bisnis di masa pandemik.

1. Intervensi bidang ekonomi sangat penting untuk meningkatkan Indeks Pemberdayaan Gender
pexels photo 3184325 21a0cf7af9c42612a2a04f5ae3880dfd - Titik Balik Perempuan dalam Dunia Bisnis di Masa Pandemik

Di lansir Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), survei dari Social Norms, Attitudes and Practices (SNAP) 2020 mengambil sampel 6 ribu laki-laki dan perempuan di Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Fokus dalam survei ini menyoroti norma gender lingkungan dan perspektif kepemimpinan kerja.

Hasilnya menyebutkan bahwa responden yang bekerja di perusahaan yang didominasi laki-laki memiliki sikap dan preferensi yang lebih tradisional mengenai kepemimpinan dibandingkan mereka yang berada di kelompok bukan pekerja. Artinya, masih ada ketidakseimbangan pandangan mengenai peran dan kepemimpinan perempuan di tempat kerja.

Pada peringatan IDW2021 secara virtual ini, Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA Agustina Erni, menuturkan bahwa ada kesenjangan yang masih tinggi di bidang ekonomi antara perempuan dan laki-laki. Ia menekankan apabila intervensi bidang ekonomi sangat penting untuk meningkatkan Indeks Pemberdayaan Gender.

“Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan baru 53 persen sementara laki-laki 82 persen. Ini berarti potensi perempuan masih bisa diberdayakan, termasuk pelaku ekonomi dan usaha. Untuk bidang ekonomi melakukan pendekatan pengarusutamaan gender. Ini bagaimana aspirasi laki-laki dan perempuan diperhatikan. Jadi tidak boleh satu perempuan pun, yang tidak mendapatkan pelayanan dari pemerintah,” tambahnya.

2. “Sebetulnya orang hidup itu mengelola pikiran”, terang Anne Avantie saat ditanya pandangan tentang diskriminasi perempuan

Dilansir Weforum, berdasarkan data The Global Gender Gap Index 2020, Indonesia masih berada di peringkat 85 dari 153 negara dengan skor 0.70, yang mana angka ini belum mengalami perubahan sejak tahun 2018. Saat menjadi pembicara IDW2021 oleh Pemerintah Kanada yang dirayakan pada 7-13 Februari 2021 ini, desainer Anne Avantie membagikan pandangannya terhadap isu diskriminasi perempuan.

“Sebetulnya orang hidup itu mengelola pikiran. Kalau pikiran kita ngomong diskriminasi perempuan berarti yang ada diskriminasi perempuan. Kalau pikiran kita baik, maka sebenarnya diskriminasi itu tidak ada”, ungkap pelopor kebaya kontemporer itu.

Pemilik bisnis kuliner Dapur Ndeso Anne Avantie itu juga menekankan tentang pentingnya branding bagi pebisnis di masa pandemik.

“Orang pintar itu harus berpikir cerdas, kita harus membangun brand dan nama. Sehingga di saat seperti ini, Tuhan itu membuka jalan. Saya tidak pernah bersembunyi ketika berbuat baik, masalah orang suka tidak suka, saya tidak bisa memaksakan itu”, tuturnya.

3. Chef senior Sisca Soewitomo paparkan kiat sukses berbisnis kuliner

Menceritakan pengalaman ketika pertama kali masuk di dunia kuliner, siapa sangka jika cita-cita awal Sisca Soewitomo adalah menjadi dokter. Keinginannya mulai beralih saat Chef kelahiran Surabaya itu ingin membantu perekonomian keluarga, lalu masuk Akademi Trisakti jurusan Perhotelan.

Dengan kegigihannya, Chef senior tersebut lantas mendapatkan beasiswa dari American Institute of Baking di Manhattan, Kansas, Amerika. Ketika ditanya apa saja kiat sukses berbisnis kuliner, ia kemudian berujar jika mengelola makanan itu perlu diberi bumbu cinta.

“Ibu-ibu pengelola UMKM, semua mengelola dengan rasa cinta. Pegang itu sebagai pegangan ibu. Saya mau bikin sup buntut, tapi rasa akhir itu tergantung dari tangan masing-masing. Lihat saja lomba masak membuat nasi goreng, begitu mereka masak, tentu memiliki rasa yang berbeda. Hati dengan rasa cinta yang membuat semua ini menjadi bagian yang sangat menggoda selera”, tambahnya.

4. Susi Pudjiastuti bercerita jika usaha Susi Air miliknya sempat berhenti di bulan-bulan awal pandemik

Pengusaha dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa bisnisnya sempat berhenti di bulan-bulan pertama adanya COVID-19. Namun dengan melakukan strategi efisiensi, usaha maskapai penerbangan Susi Air mulai terbang kembali.

“Orang sekarang di rumah akhirnya belanja online. Berhenti mengeluarkan uang ketika kamu gak memerlukannya. Minimalisasi beban pengeluaran karena kita tahu bahwa COVID-19 belum berhenti dalam setengah tahun lagi. Vaksinasi Indonesia perlu satu tahun, ya kita harus satu tahun berhemat”, pungkasnya.

Ketika di tanya saran untuk pelaku ekonomi yang baru memulai usaha di masa pandemik, perempuan kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 itu  lantas menganjurkan untuk investasi dengan aset mati.

“Kalau bisa di jual untuk modal kerja jual saja. Saya pikir sekarang waktunya do businessSell for what you need. Confident karena apa yang anda mulai sekarang, walaupun pulih COVID-19, gak sama lagi. Kita saja sudah transforming, Susi Air transforming. Saya juga transforming”, tambahnya.

5. Beberapa bidang usaha mengalami peningkatan dan memiliki peluang besar untuk berkembang
pexels photo 3182774 a4934bfa16479a5d86671b4556737637 - Titik Balik Perempuan dalam Dunia Bisnis di Masa Pandemik

Pengusaha dan Ketua Asosiasi Wanita Indonesia Suryani Motik, memaparkan bahwa meski banyak bisnis yang terdampak, namun sebagian juga ada yang survive. Sektor usaha yang terdampak COVID-19 mencakup bidang industri pariwisata, properti, restoran, dan Event Organizer. Sementara bidang usaha yang meningkat adalah bahan kebutuhan pokok, perusahaan farmasi, transportasi, E-commerce, dan makanan beku.

Di lansir Center for Creative Leadership, ada lima pembuktian yang bisa di lakukan perempuan pada organisasi yang mereka naungi. Satu di antaranya adalah menciptakan right network. Dalam hal ini hubungan baik dengan akses informasi tepat yang akan memunculkan peluang lain.

Suryani Motik menutup acara ini dengan pemaparan tentang kekuatan perempuan yang perlu di pahami selama menghadapi pandemik.

Ability to multitasking di miliki oleh perempuan. Kemampuan beradaptasi satu kondisi ke kondisi lain itu di perempuan lebih bagus. Understanding, kita lebih banyak mau mendengar. Perusahaan, di mana pekerjanya ada perempuan atau pemimpin perempuan jauh lebih produktif. Relationship building itu juga kemampuan perempuan di banding laki-laki. Ini semuanya modal yang baik untuk berusaha”, ungkapnya.

Kategori
Society

Singapura Akan Beri Bonus bagi Warga

Singapura Akan Beri Bonus bagi Warga yang Mau Punya Anak Saat Pandemik

Singapura Akan Beri Bonus bagi Warga – Penerapan Social Distancing dan Physical Distancing membuat banyak orang lebih memilih berdiam di rumah. Akibatnya jumlah ibu hamil selama pandemi karena terlalu lama berdiam di rumah kini banyak terjadi. Pemerintah Singapura menawarkan insentif tambahan kepada pasangan yang ingin memiliki anak selama pandemik COVID-19.

Cara ini ditempuh oleh pemerintah karena tingkat kelahiran anak di Negeri Singa termasuk yang paling rendah di dunia. Stasiun berita doelgercenter.com, Selasa melaporkan, tingkat kelahiran itu makin rendah karena pasangan di Singapura menunda keinginan mereka memiliki anak. Sebab, mereka tengah berjuang menghadapi stres keuangan dan banyak yang kehilangan pekerjaan akibat pandemik COVID-19.

Bonus ini berbeda dari Download APK IDN Play insentif yang sudah diberikan oleh Pemerintah Singapura senilai SGD$10 ribu atau setara Rp108,4 juta kepada pasangan yang memiliki anak sebelum pandemik. Namun, Singapura belum menentukan nominal insentif yang akan diberikan kepada pasangan yang bersedia memiliki anak saat pandemik COVID-19. Hal itu akan diumumkan ke publik nanti.

“Kami telah menerima masukan bahwa COVID-19 telah menyebabkan beberapa pasangan yang semula ingin menjadi orang tua menunda rencana itu,” ungkap Wakil Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat pada Senin, lalu. Berapa tingkat kelahiran anak di Singapura?

Tingkat kelahiran di Filipina malah melonjak selama masa pandemik

Di Filipina, tingkat kelahiran anak yang tidak direncanakan diprediksi meningkat hingga 2,6 juta. Angka itu merupakan prediksi bila lockdown terus diberlakukan di Filipina hingga akhir 2020.

Presiden Rodrigo Duterte kembali memberlakukan lockdown terbatas di area ibu kota Manila untuk mencegah meluasnya pandemik COVID-19.

“Angka ini juga merupakan epidemik,” ungkap juru bicara Badan PBB untuk bidang populasi (UNPF), Aimee Santos, yang dikutip stasiun berita BBC.

Kini, jumlah populasi Filipina merupakan terbesar kedua di kawasan Asia Tenggara dengan angka 108,4 juta jiwa. Sementara di sisi lain, Filipina kini menjadi episentrum COVID-19 di kawasan Asia Tenggara, di mana 307 ribu lebih warga telah terpapar virus corona.

Sedangkan, dalam pandangan anggota senat Risa Hontiveros, isu pandemik COVID-19 menutupi isu penting lainnya seperti anak-anak dan perempuan. Padahal, mereka merupakan kelompok yang paling terdampak dari pandemik.

“Sudah saatnya menjadikan isu ini sebagai prioritas,” kata perempuan yang menjadi ketua komite di senat mengenai perempuan.

Tingkat kelahiran anak di Singapura sempat berada di level terendah pada 2018

Berdasarkan data Laporan Pencatatan Kelahiran dan Kematian Pemerintah Negeri Singa, tingkat kelahiran anak di Singapura sempat berada di level terendah pada 2018. Pada tahun ini hanya 39.039 kelahiran yang didaftarkan ke pemerintah. Angka tersebut mengalami penurunan 1,5 persen dibandingkan 2017.

lg.php?bannerid=0&campaignid=0&zoneid=6081&loc=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Fnews%2Fworld%2Fsanti dewi%2Fsingapura akan beri bonus bagi warga yang mau punya anak saat pandemik%3Fq%3Dwarga&referer=https%3A%2F%2Fwww.idntimes - Singapura Akan Beri Bonus bagi Warga

Harian Singapura, The Straits Times, 22 Juli 2019 lalu melaporkan pada 2018 angka kematian warga Negeri Singa justru meningkat 1,8 persen menjadi 21.282. Sebelumnya, di 2017, angka kematian warga Singapura mencapai 20.905.

Menurut sosiolog di Universitas Nasional Singapura, Tan Ern Ser, tren penurunan kelahiran akan terus terjadi di Negeri Singa. Hal ini mengkhawatirkan karena populasi harus terus diisi untuk memastikan tingkat perekonomian terus meningkat. Dengan begitu warga lansia bisa ikut merasakan dampaknya.

Asisten pengajar ilmu sosial di Universitas Singapura, Kang Soon-Hock mengatakan, rendahnya tingkat kelahiran bayi di Negeri Singa sudah terjadi jauh sebelum pandemik. Hal itu lantaran kaum muda Singapura lebih memilih berstatus single. Sementara, pasangan yang telah menikah menunda untuk memiliki bayi dan menjadi orang tua.

Situasi serupa juga ditemukan di Tiongkok. Angka kelahiran bayi di Negeri Tirai Bambu mencapai titik terendah sejak negara itu terbentuk 70 tahun lalu. Rendahnya tingkat kelahiran bayi tetap terjadi, meski pemerintah telah mencabut kebijakan warga hanya boleh memiliki satu anak.

Indonesia menghadapi kenyataan ada lebih dari 400 ribu kehamilan tak direncanakan selama pandemik

Situasi serupa juga terjadi di Indonesia. Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 19 Mei 2020 menyebut, ada lebih dari 400 ribu kehamilan tidak direncanakan yang muncul selama pandemik COVID-19.

Menurut Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, salah satu penyebab ledakan kehamilan terjadi karena sejumlah klinik kesehatan dan kandungan ditutup selama masa pandemik. Akhirnya masyarakat sulit mengakses alat kontrasepsi.

“Saya kira banyak orang yang tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam keadaan ini, sebab banyak yang mematuhi peraturan pemerintah untuk tinggal di rumah kecuali dalam keadaan darurat, yang mengharuskan ke luar rumah,” kata Hasto.

Sehingga, diprediksi pada 2021, akan ada lebih dari 420 ribu bayi yang baru lahir. Padahal, Indonesia sudah tercatat menjadi negara dengan penduduk paling banyak di kawasan Asia Tenggara. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, pada 2020 jumlah penduduk di Indonesia akan meningkat menjadi 271 juta jiwa.