Kategori
Society

Bersiap Hadapi Dampak La Nina

Bersiap Hadapi Dampak La Nina, Warga Lebak Ungsikan Berkas Penting

Bersiap Hadapi Dampak La Nina – Pemerintah bersiap menghadapi bencana hidrometeorologi akibat pengaruh La Nina. Upaya dilakukan, adalah menetapkan dan memperbanyak titik-titik pengungsian, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana. Fenomena La Nina yang terjadi pada akhir tahun ini membuat curah hujan tinggi di Provinsi Banten.

Kondisi ini berpotensi menyebabkan bencana banjir, longsor, angin kencang, dan gelombang pasang di sejumlah daerah di Banten. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah di Indonesia, termasuk Banten, akan dilanda fenomena La Nina hingga Desember 2020. Fenomena ini ditandai dengan curah hujan tinggi, yakni dari 20-40 persen.

Salah satu lokasi di Banten yang rawan diterjang bencana adalah sepanjang Sungai Ciberang, Kabupaten Lebak. Jika sungai ini meluap kembali, bisa menyebabkan bencana lebih besar ketimbang awal 2020.

Lalu bagaimana persiapan warga yang daftar idn poker deposit pulsa 10000 tinggal sekitar bantaran Sungai Ciberang menghadapi ancaman bencana akibat fenomena La Nina?

Pasca-bencana banjir bandang awal 2020, setiap malam warga tidak tenang

Dia menceritakan, pasca-bencana banjir bandang awal 2020 lalu, masyarakat di wilayahnya hingga saat ini tidak bisa tidur dengan tenang, karena khawatir akan ada banjir bandang dan longsor susulan, terutama saat hujan turun.

Diketahui ada enam kecamatan terdampak banjir dan longsor awal tahun, yakni Curug Bitung, Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Maja, dan Cimarga. Dari enam kecamatan itu, wilayah Curug Bitung, Lebak Gedong, dan Sajira mengalami kerusakan terparah.

Akibatnya, ribuan rumah dan fasilitas umum mengalami rusak berat. Bahkan hingga saat ini masih ada sekitar 115 kepala keluarga masih tinggal di pengungsian atau di hunian sementara.

“Sebelumnya mah aman-aman aja tentram, gak kaya gini,” kata Widodo.

Warga sudah siap mengungsi dan mengamankan berkas-berkas penting

Seorang warga Kecamatan Cipanas bernama Widodo (29) mengatakan, masyarakat di wilayahnya saat ini masih trauma dengan bencana banjir bandang dan longsor yang menimpa sejumlah daerah di Lebak pada awal 2020 , ditambah dengan informasi prediksi curah hujan tinggi pada akhir tahun.

Untuk mengantisipasi dampak bencana banjir bandang, warga kata Widodo, telah melakukan mitigasi bencana secara mandiri dengan mengamankan berkas dan barang penting. Sebagian warga juga berencana mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Persiapan buat ngungsi mah udah ada, berkas-berkas penting udah dipisah-pisah biar pas ada bencana susulan gampang buat bawanya,” kata Widodo saat dikonfirmasi, Kamis.

Pemerintah diminta aktif terjun ke daerah rawan bencana

Dia berharap, pemerintah bisa belajar dari bencana awal tahun agar lebih mengantisipasi dengan aktif terjun ke daerah-daerah rawan bencana. “Itu kurangnya apa? Apa yang harus diperbaiki biar gak ada bencana susulan lagi,” katanya.

Berdasarkan kajian BNPB, bencana baniir bandang dan longsor yang terjadi di Lebak, Banten dan Bogor. Jawa Barat karena curah hujan yang tinggi dan aktivitas tambang emas ilegal di Kawasan Gunung Halimum Salak.

Kategori
Society

Foto Ibu Hamil Ditandu Akibat Jalan Rusak

Warga Ini Ditahan Gegara Foto Ibu Hamil Ditandu Akibat Jalan Rusak

Foto Ibu Hamil Ditandu Akibat Jalan Rusak – Seorang pria asal Lebak diamankan di Polsek Panggarangan akibat postingannya mengenai ibu hamil ditandu karena jalan rusak. Pihak Pemdes Barunai, Kecamatan Cihara menjelaskan bagaimana peristiwa saat itu.

Seorang pria asal Desa Barunai, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten diamankan di Mapolsek Panggarangan gegara mengunggah foto ibu hamil yang ditandu di akun media sosialnya. Tapi, polisi membantah telah menangkap warga bernama Badry Aldiansyah itu.

Kasus ini terungkap setelah Agen IDN Poker Indonesia Badry meluapkan kekesalannya di media sosial Facebook. Dalam postingannya, Badry kesal mengetahui seorang ibu hamil terpaksa ditandu karena jalan rusak.

Polisi enggan mencampuri urusan Badry dengan kepala desa

Namun ia tidak membantah bahwa Badri diamankan di kantor polisi karena ulah postingannya di media sosial, terkait jalan rusak yang mengakibatkan ibu hamil ditandu untuk menuju Puskesmas Cihara.

Namun, Rohidi mengatakan, pihak kepolisian enggan mencampuri urusan pribadi kepala desa dan Badri.

“Saya belum tahu sampai ke sana karena dulu gak cocok sama kepala desa main-main Facebook. Ini juga mau dijemput, biar kapok gak liar main-main Facebook aja itu,” katanya.

Polisi membantah menangkap Badry

Saat dikonfirmasi hal tersebut, Kapolsek Panggarangan AKP Rohidi membantah telah menangkap dan menahan pria tersebut. Rohidi mengungkap, pria itu diamankan oleh kepala desa dengan alasan khawatir diamuk oleh massa akibat postingannya.

“Yang bilang ditahan siapa? Jadi itu diantarkan oleh kepala desa, namanya di desa ada yang pro ada yang kontra, pendukung kepala desa ada yang tidak,” kata Kapolsek saat dikonfirmasi, Rabu.

Keluarga membantah Badri diamankan karena akan ada amukan massa

Saat dikonfirmasi terpisah, Kakak Badri, Renaldi mengatakan, adiknya tersebut diamankan oleh kepala desa di markas polisi karena merasa tersinggung dengan postingannya ddi media sosial dan dianggap telah mencemari nama baik kepala desa.

Tapi, pihak keluarga membantah bahwa Badri diamankan karena khawatir akan diamuk massa. Hal itu dinilai hanya menjadi alasan kepala desa untuk menahan Badri.

“Pencemaran (nama baik), siapa dulu kan pejabat banyak, dia minta jalan diperbaiki tapi seolah-olah nama jaro tercoreng. Kalau hari ini gak bebas besok saya mau lapor balik,” katanya.