Kategori
Society

Warga Armenia Bakar Rumah Sendiri

Warga Armenia Bakar Rumah Sendiri Sebelum Tinggalkan Nagorno-Karabakh

Warga Armenia Bakar Rumah Sendiri – Kebakaran rumah terjadi di desa-desa daerah konflik Nagorno-Karabakh. Kondisi ini dilakukan sengaja oleh pemilik rumah yang menolak penyerahan wilayah kepada Azerbaijan. Dalam kesepakatan gencatan senjata terbaru antara Azerbaijan dan Armenia, pihak Armenia setuju untuk menyerahkan beberapa wilayah di Nagorno-Karabakh.

Mereka yang sudah lama mendiami wilayah Nagorno-Karabakh itu berbondong-bondong pergi dari desa-desa yang telah lama mereka diami. Nagoro-Karabakh adalah Aplikasi Login IDNPlay wilayah pegunungan yang menjadi sumber konflik antara Azerbaijan dan Armenia. Lebih dari 4.000 orang meninggal dalam perang terbaru.

Azerbaijan dan Armenia akhirnya “dipaksa” Rusia untuk melakukan gencatan senjata, yang itu menyakitkan bagi Armenia. Armenia harus menyerahkan beberapa wilayah kepada Azerbaijan. Dalam proses penyerahan wilayah dan kepergian warga Armenia, mereka para warga marah dan kecewa terhadap keputusan pemerintah yang menyepakati gencatan senjata.

Mereka yang pergi dari wilayah yang akan diserahkan kepada Azerbaijan, banyak merusak properti mereka sendiri sebelum meninggalkan wilayahnya.

Strategi bumi hangus dijalankan

Selain Arsen, ada banyak penduduk Armenia lainnya yang melakukan hal serupa, khususnya di Kalbajar. Jurnalis AFP yang mengikuti proses penyerahan wilayah Armenia ke pihak Azerbaijan, melihat orang-orang melemparkan papan kayu terbakar dan kain perca yang dibasahi bensin ke dalam rumah.

Laman berita The Guardian melaporkan “Semua orang akan membakar rumah mereka sendiri hari ini, kami diberi waktu sampai tengah malam untuk pergi” kata salah satu warga Kalbajar. Pada hari Jum’at, sudah ada sekitar 10 rumah yang dibakar habis di sekitar Charektar.

Penyerahan wilayah di Kalbajar seharusnya tanggal 15 November, akan tetapi, pihak Azerbaijan mengatakan memperpanjang waktu hingga 10 hari lagi. Warga Kalbajar yang sebagian besar etnis Armenia memiliki batas waktu sampai tanggal 25 November untuk mengosongkan wilayah tersebut.

Melansir dari laman berita Al Jazeera, penasehat kebijakan luar negeri Azerbaijan, Hikmet Hajiyev, mengatakan “Azerbaijan setuju untuk memperpanjang batas waktu penarikan dari Kalbajar angkatan bersenjata Armenia dan pemukim ilegal Armenia hingga 25 November”. Cuaca buruk melanda wilayah itu dan karena alasan kemanusiaan, maka Azerbaijan bersedia mengulur waktu penyerahan kembali.

Etnis Armenia tak ingin meninggakan barang berharga

Proses penyerahan kembali wilayah lama Azerbaijan yang diduduki oleh Armenia berlangsung emosional. Warga di Charektar, khususnya di distrik Kalbajar, mereka melakukan strategi bumi hangus sebelum kembali diduduki oleh warga Azerbaijan.

Hari Sabtu, wartawan dari kantor berita Reuters mengikuti salah satu penduduk Armenia yang bersiap untuk meninggalkan desanya. Penduduk Armenia tersebut bernama Arsen. Dia membakar sendiri rumahnya dan rumah saudara perempuannya. Api melahap apapun yang ada di dalam rumah dan asap putih mengepul ke langit.

“Mereka harus membangun rumah sendiri dari awal,” katanya. Dia dan beberapa etnis Armenia lainnya tidak ingin meninggalkan wilayah dengan masih ada sesuatu yang berguna bagi warga Azeri. Mereka membakar rumah-rumah mereka sendiri sebelum meninggalkan desa.

Vladimir Putin titip pesan kepada warga Azerbaijan

Meski gencatan senjata telah disepakati oleh kedua belah pihak antara Azerbaijan dan Armenia, namun rasa sakit dan dendam itu tentu saja masih ada. Banyak etnis Armenia yang sebenarnya ingin membawa nisan keluarga mereka karena takut kuburan-kuburan leluhur akan dijadikan barang ejekan oleh kaum Azeri.

Selain itu, beberapa tempat suci yang sudah dibangun oleh warga Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh yang akan diserahkan, juga menjadi salah satu perhatian khusus. Dalam hal ini, Vladimir Putin bahkan ikut turun tangan untuk menitipkan pesan kepada warga Azeri.

Kantor berita Reuters mengabarkan Putin menyampaikan pesan kepada presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, bahwa ada gereja dan biara Kristen di wilayah yang ditaklukkan oleh Azeri. “Dalam hal ini, dia (Putin) menggarisbawahi pentingnya mengamankan keselamatan dan kehidupan gereja yang normal dari tempat-tempat suci ini,” kata Kremlin memberikan penjelasan tentang pesan tersebut.

Aliyev, menurut Kremlin, akan bertindak sesuai dengan permintaan Kremlin untuk tetap mengamankan tempat-tempat yang dianggap suci oleh etnis Armenia.