Kategori
Bisnis

Lama Tak Beroperasi, Kapal Cepat Tunggu Wisatawan Datang

Lama Tak Beroperasi, Kapal Cepat Tunggu Wisatawan Datang

Lama Tak Beroperasi, Kapal Cepat Tunggu Wisatawan Datang – Suasana di dermaga pelabuhan rakyat di Padang Bai, Kecamatan Manggis, Karangasem, masih sepi, Rabu. Persiapan untuk membuka kembali aktivitas penyeberangan tidak begitu terlihat, meski Pemprov Bali berlakukan tatanan kehidupan era baru (new normal).

Ada 20 kapal cepat masih menganggur di sekitar dermaga pelabuhan rakyat dan pantai Padang Bai. Aktivitas penyeberangan berhenti sejak Maret lalu setelah Covid-19 dinyatakan pandemi. Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menutup tiga gili di Lombok dari kunjungan wisatawan mencegah penyebaran Covid-19.

Perusahaan kapal cepat yang biasa layani penyeberangan menuju Gili Terawangan, Lombok, NTB, dan Nusa Penida, Klungkung, pun belum beroperasi hingga saat ini. Di sisi lain, kunjungan tamu domestik dan mancanegara memang belum dibuka. Sehingga jasa kapal memilih menunggu wisatawan membludak.

Sementara itu kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Padang Bai Ni Luh Putu Eka Suyasmin, mengatakan jasa penyebrangan kapal cepat (fast boat) tak beroperasi lantaran tidak ada penumpang yang menyebrang. Baik dari Padang Bai ke Gili Terawangan, maupun Padang Bai ke Nusa Penida.

Kunjungan biasanya didominasi wisatawan mancanegara (wisman). Beberapa waktu terakhir juga terlihat beberapa wisatawan lokal atau domestik datang untuk menyeberang. “Karena jumlahnya satu sampai lima orang, mereka dialihkan ke Kusamba Klungkung,” ungkap Suyasmin.

Dia belum tahu kapan jasa penyeberangan fast boat beroperasi. “Kita berharap jasa penyebrangan kapal cepat bisa segera beroperasi. Mengingat perusahaan fast boat sudah lama tutup,” katanya.

# Sempat di tutup

Eka mengatakan, Pelabuhan sempat di tutup. wisatawan yang berlibur di tiga gili sebagian dipulangkan dan berlabuh di Dermaga Rakyat Padangbai. Sebagian di Pelabuhan Benoa. Wisatawan di tiga gili itu dikosongkan untuk meminimalkan terjadinya penyebaran virus Corona. Menurut Luh Eka Suyasmin, jika aktivitas normal yang berangkat dari Dermaga Rakyat Padangbai sebanyak 800 wisatawan, sedangkan yang datang sekitar 1.000 wisatawan. Terkait penutupan, tercatat 7 kapal cepat bersandar di Pelabuhan Padangbai dan 7 kapal cepat bersandar di Gili Trawangan.

Terminal Pura Dang Kahyangan Silayukti, tempat antre menunggu penumpang kapal cepat juga sepi. Di beberapa loket tempat penjualan tiket untuk wisatawan menuju Gili Trawangan, Gili Air. dan Gili Meno, tutup. Sejumlah art shop yang biasanya menjajakan souvenir untuk wisatawan memilih tutup, sehingga aktivitas pariwisata di Desa Padangbai yang merupakan Objek Wisata Terpadu Desa Padangbai nampak lengang. Sedangkan untuk kapal ferry masih seperti biasa beroperasi 16 trip tiap 24 jam, mengoperasikan 37 kapal. Hanya saja penumpangnya bisa dihitung dengan jari. *k16