Kategori
Uncategorized

Dalam Beberapa Hal Berikut Justru Kita Membutuhkan Gengsi Lho!

Dalam Beberapa Hal Berikut Justru Kita Membutuhkan Gengsi Lho!

Selama ini, kebanyakan orang mungkin berpikir gengsi adalah sesuatu yang buruk. Gengsi dapat di artikan sebagai sebuah kehormatan atau harga diri yang di miliki oleh seseorang. Banyak orang acapkali menganggap gengsi hanya akan melahirkan kesombongan.

Kebanyakan orang juga masih memaknai gengsi sebagai sikap di mana seseorang harus bergaya hidup mewah, senior gak mau meminta maaf pada juniornya, ataupun gak mau bergaul dengan orang yang gak berasal dari kota metropolitan. Ha tersebut tentu akan menyulitkan diri kita sendiri, serta merusak hubungan kita dengan orang lain. Gengsi memang bisa di maknai seperti itu, tapi sebenarnya makna gengsi lebih luas dari itu.

Gengsi gak selalu terkait hal buruk. Ada juga lho rasa gengsi yang positif karena dapat memberikan motivasi atau dorongan kepada kita untuk menjadi lebih baik. Rasa gengsi yang positif dapat meningkatkan kepercayaan diri serta dapat membangun kekuatan dan identitas tertentu dalam diri kita sendiri.

Lalu, seperti apa sih contoh gengsi yang positif? Di lansir dari doelgercenter.com, berikut beberapa uraiannya yuk, simak!

1. Gengsi karena selalu bergantung pada orang lain

Di kutip dari Agen Club38, memang benar bahwa kita terlahir sebagai makhluk sosial, di mana kita pasti akan membutuhkan bantuan dari orang lain. Tapi bukan berarti kita bisa terus menerus bergantung pada bantuan orang lain. Ada kalanya di mana kita harus bisa melakukan segala sesuatunya secara mandiri. Sikap mandiri bahkan sudah sering di ajarkan oleh para orang tua sejak anaknya masih kecil.

Ada beberapa orang yang kemudian gengsi karena ia merasa terus menerus di bantu orang lain. Pada akhirnya, karena rasa gengsinya itu, ia pun berpikir lebih cerdas dan bekerja lebih keras sehingga gak lagi bergantung pada orang lain. Bukankah rasa gengsi seperti ini justru merupakan hal yang positif?

2. Gengsi karena minta melulu ke orang lain

Contoh lain gengsi yang sifatnya positif yaitu gengsi karena selalu minta ke orang lain. Misalnya, kita masih suka minta uang jajan ke orang tua padahal usia kita sudah 20-an tahun. Perasaan gengsi tersebut tentunya akan mendorong kita untuk berusaha mencari uang saku dengan usaha sendiri, misalnya dengan berjualan, bekerja paruh waktu, ataupun melakukan pekerjaan lepas (freelance).

Contoh lainnya yaitu gengsi karena selalu meminjam barang milik teman, misalnya meminjam alat tulis di sekolah, kampus, atau kantor. Dengan rasa gengsi tersebut, kita akan berusaha untuk gak sering meminjam alat tulis dari teman lagi dan mau mempersiapkan sendiri berbagai alat tulis tersebut.

Kategori
Uncategorized

3 Cara Salah Menanggapi Cerita Teman yang Buatnya Merasa Di Rendahkan

3 Cara Salah Menanggapi Cerita Teman yang Buatnya Merasa Di Rendahkan

Mungkin bagimu ngobrol sama teman itu hal yang biasa. Hampir setiap kali bertemu kalian juga berbincang asik, kok. Tapi obrolan antar kawan ini bisa berakhir bencana, kalau kamu gak pintar menjaga sikap. Misalnya ketika temanmu sedang ngomong serius, tapi kamu malah menanggapinya dengan kelima cara di bawah ini.

Memang kamu gak ada niat buruk sama sekali. Namun nyatanya, tindakanmu ini justru membuat temanmu merasa sedang di remehkan, lho. Nah, gimana tuh? Makanya biar gak sampai kejadian lagi, ada baiknya kamu simak dulu apa saja cara salah menanggapi cerita teman yang di maksud. Di lansir dari doelgercenter.com, berikut uraiannya.

1. Saat dia lagi cerita kamu malah fokus dengan HP atau hal lain di sekelilingmu

Di kutip dari Agen Club38, namanya juga orang lagi bercerita, ya penginnya di dengar dan di perhatikan, dong. Eh malah kamu asik sendiri main HP dan mengedarkan pandanganmu ke sekeliling. Bukannya fokus menyimak apa yang dia sampaikan. Iya, sih memang lama-lama bosan juga mendengarkan cerita orang yang gak ada ujungnya.

Tapi bukan begini juga cara protesnya. Kan, bisa kamu sampaikan dengan halus, kalau seharusnya dia ceritakan intinya saja. Wajar, dong temanmu marah melihat kamu asik sendiri begini, padahal apa yang dia katakan itu penting bukan sekadar basa-basi.

2. Beberapa kali kamu suka memintanya mengulang bagian yang terlewatkan

Akibat gak menyimak dengan baik, alhasil kamu sering memintanya untuk mengulang bagian yang tadi terlewatkan. Maksudnya biar kalau nanti di tanya pendapat, kamu gak kebingungan gitu. Tapi masa iya, sedari tadi temanmu sudah ngomong panjang lebar, masih harus mengulang lagi dari awal?

Ini, sih kelihatan banget kalau kamu gak memperhatikan kata-katanya. Coba bayangkan apa yang di pikirkan olehnya saat ini? Praktis, temanmu ini akan menganggap kamu gak menghargainya sama sekali, lho.

3. Belum juga dia selesai ngomong kamu sudah main tebak-tebakan

Maksud hati kamu ingin terlihat antusias dengan menebak-nebak arah pembicaraannya. Kalau betul, sih masih mending, ya. Tapi jika tebakanmu keliru, bukan hanya merasa di sela temanmu juga bakal berpikir kamu gak mau mendengarkan dulu penjelasannya.

Ingat, ya kamu bukan “orang pintar” yang bisa membaca pikiran orang. Apa beratnya, sih menyimak dulu cerita temanmu itu. Baru, deh kalau dia sudah selesai giliranmu untuk memberikan tanggapan.