Categories
Bisnis Society

Eucalyptus Bisa Bunuh COVID-19

Eucalyptus Bisa Bunuh COVID-19

Eucalyptus Bisa Bunuh COVID-19 – Balai Penelitian Rempah dan Obat Kementerian Pertanian menguji minyak dari pohon Eucalyptus sebagai antivirus corona. Tahapan terkini dari uji itu sudah sampai molecular docking, mencocokkan ke virus, dan sudah pula diuji pada sel terinfeksi virus itu di laboratorium (in vitro).

“Hasil uji in vitro, 60 hingga 80 persen virusnya mati. Tapi memang virusnya bukan (penyebab) COVID-19, kami coba ke virus corona lain,” kata Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Kementerian Pertanian, Evi Safitri ketika berbicara dalam webinar Rempah-rempah, Pengetahuan Medis, dan Praktik Kesehatan di Indonesia yang digelar Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Selasa.

Evi menerangkan, penambatan molekul atau molecular docking adalah metode komputasi bertujuan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya pada uji in vitro.

Ia mengatakan, Balitro mencoba meneliti sejumlah tanaman rempah dan obat untuk dapat digunakan mengatasi Covid-19. Beberapa di antaranya jahe merah, kunyit, temulawak, kayumanis, cengkeh, kulit jeruk, jambu biji, meniran, sambiloto, seraiwangi, eukaliptus, kayuputih, minyak kelapa murni atau VCO.

Sebenarnya, menurut Evi, ada banyak jenis tanaman yang memiliki potensi untuk pengobatan. Terlebih Indonesia berada diperingkat tiga negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

Namun, baru sekitar 300 jenis tanaman yang sudah diteliti atau dimanfaatkan untuk pengobatan. “Itu pun kebanyakan baru sampai level jamu.”

Kementerian Pertanian (Kementan) berencana memproduksi massal produk kalung antivirus Corona dari bahan eucalyptus atau kayu putih. Disebutkan bahwa tanaman eucalyptus bisa bunuh virus Corona, terbukti dari uji laboratorium Kementan.

Selain kalung, Kementan juga berencana untuk membuat produk inovasi antivirus Corona dengan bentuk inhaler, roll on, salep, dan difuser.

Berbicara mengenai hal tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr dr Inggrid Tania, MSi, mengatakan bahwa eucalyptus memang memiliki zat yang bersifat antibakteri, antivirus, dan antijamur. Namun belum ada penelitian spesifik mengenai manfaatnya untuk COVID-19.

“Penelitian Kementan ini baru diujikan sampai tahap in vitro pada virus influenza, beta corona, gamma corona. Belum diuji spesifik terhadap virusnya COVID-19 yakni virus SARS-CoV-2,” tutur dr Inggrid kepada detikcom, Sabtu (4/7/2020).

Maksudnya adalah hasil uji yang melaporkan kandungan antivirus dalam minyak atsiri yang disebut 1,8-cineol masih terbatas pada virus Corona secara umum saja, tidak spesifik pada jenis virus yang menjadi penyebab COVID-19 yakni SARS-CoV-2.

Dijelaskan juga oleh dr Inggrid, klaim antivirus COVID-19 baru bisa diperoleh jika sudah ada hasil spesifik terhadap strain SARS-CoV-2 sebab tak cukup hanya dengan uji virus Corona secara umum.

“Mohon berhati-hati, karena klaim sebagai “antivirus Corona” bisa misleading. Karena ternyata banyak pemahaman masyarakat yang salah, menduga bahwa antara ‘virus Corona’ dengan ‘virusnya COVID-19’ adalah sama atau identik padahal cukup beda karakteristiknya,” jelasnya.

Penggunaan eucalyptus atau minyak atsiri memang sering digunakan untuk mengatasi keluhan terkait saluran pernapasan. Kandungan 1,8-cineol pada eucalyptus memiliki sifat anti-inflamasi yang secara teori mungkin bermanfaat bagi pasien COVID-19.

Namun, penggunaannya sebagai ‘antivirus’ COVID-19 perlu dilakukan uji klinis terlebih dahulu.

“Jika ingin uji kliniknya segera dalam waktu cepat, bisa diarahkan untuk pembuktian efikasi dalam hal perbaikan gejala pernafasan pada pasien COVID-19,” pungkas dr Inggrid.

Categories
Bisnis

Desainer di Balik Desain APD

Desainer di Balik Desain APD

Desainer di Balik Desain APD – Alat pelindung diri (APD) seperti jaket besar dan masker modis yang viral di masa pandemi virus corona (Covid-19), ternyata tak muncul begitu saja. Ada kisah menarik yang tak jarang berangkat dari kerugian dan keterpurukan sebelum berhasil membuat APD dan masker yang stylish.

Sejumlah desainer mengaku ide kreatif itu muncul saat pandemi sempat membuat industri mode mati suri. Mereka mesti putar otak untuk tetap dapat meraih pundi-pundi.

Saat awal pandemi di Indonesia, pemerintah menetapkan kebijakan bekerja dan beraktivitas dari rumah, termasuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah.

Kebijakan ini membuat produksi busana terhenti. Di sisi lain, permintaan pasar pun terus menurun drastis. Desainer busana modest Rosie Rahmadi mengaku panik saat pandemi datang pada Maret lalu.

Berawal dari ketidaksengajaan, kini Rosie banyak mendapat orderan OPD itu bahkan dari sejumlah perkantoran dan rumah sakit. Kesulitan di masa pandemi juga dirasakan label kain sarung kontemporer Aceh, Ija Kroeng.

“Di minggu pertama saat Aceh mulai memberlakukan jam malam dan semuanya dibatasi, penjualan hampir nol, 99 persen tak ada penjualan,” kata founder Ija Kroeng, Khairul Fajri.

Penambahan Follower

Penjualan yang menurun membuat Khairul kembali melihat pasar. Dia memutuskan untuk sementara waktu beralih membuat masker kain yang saat itu masih sulit didapat. Khairul kembali mempekerjakan pegawainya dan membuat masker kain dengan motif unik. Dia juga membuat pola masker yang sederhana tapi tetap gaya.

“Strategi yang lain kami langsung membidik instansi perusahaan, kami buat masker dengan logo mereka,” ujar Khairul.

Strategi ini terbilang ampuh sejumlah instansi memesan masker itu dalam jumlah besar. Cara ini juga secara tidak langsung mengenalkan label Ija Kroeng ke lebih banyak konsumen. Perlahan penjualan kain sarung pun mulai membaik.

“Tahun ini, lebih bagus dibanding tahun lalu, penambahan follower juga lebih banyak,” ucap Khairul.

“Awal pandemi ini menerpa, saya panik, takut, bingung mau ngapain,” kata Rosie.

Rosie terpaksa membatasi produksi dan juga para pekerja. Sebagian pekerja mesti datang ke tempat kerja (workshop) sebagian lain dari rumah.  Rosie juga mengurangi intensitasnya memantau workshop menjadi dua atau tiga kali sepekan.

Namun, keadaan tak juga membaik. Alhasil, Rosie mesti berpikir keras agar labelnya tetap dikenal banyak orang. Pada suatu hari. Setelah berkonsultasi dengan desainer yang lebih senior dan berpengalaman. Rosie memutuskan untuk membuat video menceritakan tentang labelnya.

Dalam video itu, tak sengaja Rosie bercerita tentang salah satu jaket koleksi miliknya yang selalu dikenakan sejak empat tahun lalu. Jaket itu selalu dikenakan untuk perlindungan diri selama masa pandemi ketika mesti bekerja di luar rumah.

“Saya ternyata selalu pakai jaket yang sama dari tahun 2016. Jaket ini anti air dan tidak gampang masuk angin,” ucap Rosie.

Categories
Bisnis

Barang Tak Terpakai Bisa Jadi Peluang Bisnis

Barang Tak Terpakai Bisa Jadi Peluang Bisnis

Barang Tak Terpakai Bisa Jadi Peluang Bisnis – Salah satu usaha yang bisa di jalankan tanpa modal adalah menjual barang bekas. Membuka usaha di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) dapat membantu kondisi perekonomian di tengah ketidakpastian saat ini.

Pakar Marketing Hermawan Kartajaya mengatakan saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyisihkan barang yang tidak terpakai di rumah untuk dijual agar menghasilkan pundi-pundi rupiah. Menurutnya, dengan kondisi saat ini banyak masyarakat yang mencari barang murah yang penting berkualitas.

“Buat penjual ini bisa ngendorin barang di rumah supaya tidak ngotorin rumah. Bisa dapat penghasilan tambahan, baju yang sering nggak dipakai, alat yang sering nggak dipakai itu memang lebih baik dijual dari pada di biarkan atau dibuang,” kata Hermawan.

Barang bekas yang berpeluang mendapatkan cuan yakni pakaian, tas, alat elektronik, lukisan, hingga barang antik lainnya.

“Pajangan rumah yang sudah bosan bisa dijual. Lukisan, ada kan yang dulu diam-diam orang ngoleksi lukisan sekarang waktunya jual mungkin ada orang nyari lukisan murah. Handphone bekas juga bisa dijual kalau ada orang yang punya 2-3 handphone kan banyak, sekarang waktunya dijual satu,” ucapnya.

Dia pun mencontohkan seperti di luar negeri yang tidak malu untuk berbisnis barang bekas asalkan barang tersebut masih berkualitas dan layak jual.

“Itu kalau di luar negeri seperti di Australia itu ada toko barang bekas. Ya itu biasa saja kalau di luar negeri saya lihat kelas atas pun nggak malu-malu cari barang bekas. Banyak tas branded bekas cuma nggak ketahuan aja,” imbuhnya.

Hanya Inspirasi

Jika ingin mencoba bisnis ini, Hermawan menyarankan agar barang bekas tersebut dititipkan di toko-toko atau platform online yang memang menjual barang bekas. Hal ini dilakukan untuk memudahkan calon pembeli mencari barang bekas yang dicari.

“Jadi mesti dititipin kayak di Pasar Senen kalau memang ada itu mesti dititipin di situ. Atau mungkin ada platformnya sendiri seperti OLX itu hanya nasihatku titipin saja di sana,” sarannya.

Jika ingin menekuni bisnis ini secara berkesinambungan, Anda bisa membuka toko secara mandiri dengan membuat brand sendiri yang bisa meyakini orang lain. Mencari keunikan yang tidak dimiliki pesaing juga diperlukan dalam berbisnis.

“Kalau kamu mau berkesinambungan, barang bekas apa dikasih brand, brand apa gitu. Kalau brand ini barang bekas tapi terjamin, brand kan semacam jaminan. Siapa yang bilang barang bekas nggak ada jaminan?” katanya.

Sebagai pebisnis barang bekas, Anda jangan malu untuk mengakui bahwa yang dijual tersebut bukanlah barang-barang baru. Sampaikan sejujurnya kepada calon pembeli.

“Tokonya nggak bohong, jadi memang barang bekas karena harganya memang miring,” imbuhnya.

Categories
Bisnis

Bisnis Investasi Di Medan

Prospek Bisnis Investasi Properti Di Medan 

syariah 1 - Bisnis Investasi Di Medan

Bisnis Investasi Di MedanInvestasi adalah istilah yang membahas tentang uang dengan suatu harapan mendapatkan uang pada masa depan yang membahas hal-hal yang berkaitan dengan keuangan dan ekonomi. 

Beberapa produk investasi dikenal sebagai efek surat berharga. Berdasarkan pertimbangan, efek yang ada pada instrumen bentuk kepemilikan yang dapat dipindahtangankan dalam bentuk: a) surat berharga, b) saham / obligasi, c) surat utang, dan bunga dapat berkontribusi dalam pertemuan yang dikumpulkan (reksa dana), e) hak untuk membeli saham (hak), dan f) pembayaran untuk membeli saham pada masa mendatang atau instrumen yang dapat dijual belikan. 

Berkaitan dengan pengembangan pada sektor keuangan dan ekonomi, produk-produk investasi semakin banyak, misalnya: investasi pendidikan, investasi mata uang asing (valas), investasi tanah, investasi emas, dan investasi properti. Secara umum, orang-orang yang bersedia menanamkan uangnya di dalam  bisnis properti  dilatarbelakangi adalah harapan akan bertambahnya populasi dan penggunaan properti juga meningkatkan harga properti pada masa depan. Atas dasar ini, tak heran bila pebisnis di Kota Medan banyak yang menggandrungi investasi di berbagai  properti di Medan hingga menjadikannya sebagai tren tren bisnis terbaik yang bisa menghasilkan keuntungan. 

Seperti diketahui, investasi properti merupakan salah satu produk investasi yang mampu menghasilkan keuntungan ‘laba’ paling tinggi daripada yang lain. Jadi sebenarnya, jika dirinci maka properti investasi juga memerlukan modal yang cukup besar karena harga belinya juga kategori tinggi. Di Medan, Sumut yang kini mulai banyak diminati masyarakat luas. 

Medan yang merupakan ibu kota provinsi Sumatera Utara, adalah Register 918Kiss kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya, serta kota terbesar pertama di luar Pulau Jawa. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia dengan Pelabuhan Belawan dan Bandar Udara Internasional Kuala Namu yang merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia. Kota ini juga telah mengintegrasikan bandara dengan kereta api, menjadikan Medan sebagai kota perdagangan, industri, dan bisnis yang sangat penting di Indonesia. 

Kota Medan memiliki luas 26,510 hektare (265,10 km²) atau 3,6% dari seluruh wilayah Sumatera Utara dan kota Medan secara geografis terletak pada 3 ° 30 ′ – 3 ° 43 ′ Lintang Utara (LU) dan 98 ° 35 ′ – 98 ° 44 ′ Bujur Timur (BT). Untuk itu topografi kota Medan condong ke arah utara dan tergantung pada ketinggian 2,5 – 37,5 meter di atas permukaan laut (APL). 

Wisatawan yang menyukai Medan juga merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumut yang memiliki banyak tempat menarik yang mampu menarik wisatawan, karena ada banyak bangunan-bangunan tua di Medan yang masih menyisakan arsitektur khas Belanda. Contohnya: Gedung Balai Kota lama, Kantor Pos Medan, Menara Air Tirtanadi, Titi Gantung (jembatan di atas rel kereta api), Kantor Pos, Bank Indonesia, Gedung London Sumatra dan bangunan tua lain yang terletak di dekat daerah Kesawan. Selain itu, masih ada beberapa bangunan bersejarah lainnya, seperti Istana Maimun, Masjid Raya Medan, Masjid Raya Al Osmani dan juga rumah Tjong A Fie di kawasan Jln Jend. Ahmad Yani (kawasan Kesawan). 

Kemudian juga program Pemerintah Kota yang telah mengadakan Medan sebagai kota pusat pengeluaran dan makanan (kuliner), juga jadi stimulus untuk menambah arus kunjungan dan lama tinggal wisatawan ke kota Medan. Artinya, jika wisatawan datang liburan ke Sumut tidak suka ‘sedap’ rasanya jika belum mengunjungi bangunan tua yang tersedia di Kota Medan. 

Oleh karena itu, banyak pula wisatawan lokal dan luar negeri yang memutuskan untuk singgah dan menginap di Medan. Karena itu, hal yang wajar jika properti di Medan terus naik harganya. Lebih disukai pembeli yang lebih besar dari pembeli sewa properti, tentu saja menjadi penyemangat untuk memulai investasi properti di Medan yang diprediksikan akan sangat menguntungkan. 

Keuntungan Investasi Properti di Medan 

Cetak biru pembangunan yang telah bergeser ke kawasan perumahan yang didukung konsep pemasaran offline maupun online, telah membuat pertumbuhan bisnis properti meningkat Terkait industri usaha-usaha terkait properti memang tidak akan pernah redup. Salah satunya adalah menjamurnya proyek pembangunan, seperti perumahan, pusat pengeluaran, hotel, dan gedung-gedung baru yang megah dan mewah yang diiringi keberadaan dorongan dari konsumen yang cukup tinggi. 

Investasi Properti Memiliki Tingkat Risiko Rendah 

Memang, banyak pebisnis Medan yang telah membeli properti disetujui dana atau modal yang dibutuhkan di awal-awal cukup besar. Lebih dari modal awal yang dikeluarkan sangat besar, tetapi investasi properti memiliki risiko yang sangat kecil dibandingkan dengan investasi saham. Hal ini menyebabkan properti memiliki pergerakan yang stabil dan tidak selalu berpatokan dengan kondisi pasar yang dapat digunakan sebagai salah satu indikator kebutuhan akan jauh dari risiko kerugian. Jadi bagi para investor yang tidak ingin mendapatkan risiko tinggi, maka investasi properti sangat menantang untuk dipilih. 

Pertambahan Nilai Aset Sangat Besar 

Nilai harga yang dimiliki properti akan terus bertambah seiring perkembangan waktu dan pertumbuhan jumlah populasi Medan. Tidak tanggung-tanggung, pertambahan nilai ini diproyeksi dapat dikembangkan sangat besar. Nilai yang diperbesar dari pengembangan pembangunan ini milik sendiri, diperlihatkan saat bangunan dipermak dan dipercantik dengan desain arsitektur yang menarik. Pasti harganya akan semakin naik dan terus bertambah. Jadi sangat direkomendasikan untuk melakukan investasi properti di Kota Medan dan sekitarnya, buatlah bangunan yang cantik dan menarik agar dihargai dari hari ke hari. 

Peningkatan Keuntungan Sangat Signifikan 

Bisnis properti merupakan investasi yang meningkat tajam dari tahun ke tahun. Tidak hanya dari harga jual-beli saja, harga sewa pun akan membantu kena pertimbangannya. Jika di cek harga sewa properti akan membantu meningkatkan jumlah uang pertambahan jumlah uang dan menambah jumlah penduduk. 

Kategori Investasi Jangka Panjang 

Investasi properti yang telah dilakukan oleh para investor di daerah Kota Medan sekitarnya sama seperti investasi properti yang dapat digunakan sebagai salah satu investasi yang memiliki waktu lebih lama dari investasi deposito atau pun emas. Mengapa Karena, properti lebih mahal tahan lama dan lebih murah. 

Properti Sebagai Pengganti Pendapatan Tetap 

Memilih properti sebagai salah satu jenis investasi yang dapat dibuat sebagai salah satu dari hasil tetap. Mengapa Karena, properti dapat memberikan penghasilan tetap berupa uang yang diberikan secara bulanan atau tahunan. Contohnya, jika investor memilih untuk menyewakan properti dengan harga sewa tertentu, maka biaya tersebut dapat digunakan sebagai biaya tetap hingga masa sewa berakhir. 

Investasi yang Terbebas dari Pengaruh Inflasi

Indonesia sebagai salah satu negara berkembang, tidak ketinggalan fase ekonomi yang memburuk dan tidak stabil. Tiba-tiba terjadi perubahan dan atau naikkan nilai mata uang dunia terkait investasi pada sektor lain menjadi pertentangan. Namun, tidak demikian halnya dengan properti properti, di mana jenis investasi ini tidak memiliki nilai lebih karena properti tidak akan mempertaruhkan nilai mata uang yang harus dibayarkan. Jadi, bagi investor yang ingin menghindari risiko, global, maka properti investasi di Medan adalah solusi terbaiknya. 

Harga Properti Lebih Stabil 

Investasi di Medan yang telah dilakukan merupakan pilihan yang tepat, karena tempat ini memiliki harga properti yang lebih stabil dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Harga properti yang ditawarkan akan selalu diminati oleh para investor dan wisatawan yang berkunjung ke Sumut. Jadi, membeli properti seperti villa, kondominium, apartemen, rumah, atau pun ruko di daerah Medan-Sumut akan semakin bertambah karena harganya semakin stabil. 

Kota Medan Merupakan Daerah Sentral Bisnis Indonesia 

Investasi properti merupakan salah satu jenis investasi yang memiliki bukti fisik nyata. Artinya, properti tersebut dapat dibuat atas nama. Misalnya Anda salah satu pemilik properti di wilayah Kesawan yang mewakili salah satu tempat wisata tua dan terpusat di Medan, tentu saja sesuai dan investasi yang Anda lakukan tepat di jantung Kota Medan yang merupakan daerah favorit yang populer tidak hanya di Medan tersedia di Indonesia dan masuk dalam destinasi wisata Medan. Jadi, pasti investasi ini bukan ruginya. 

Tidak Perlu Keahlian Khusus 

Seandainya Anda berinvestasi, maka akan meminta investor untuk dapat membaca data dan meminta harga saham di bursa efek. Tapi, hal ini tidak berlaku dalam bisnis investasi di properti. Anda hanya perlu memiliki modal yang memadai dan perlu tahu properti jenis apa yang ingin ditanam. Tanpa perlu strategi tertentu, maka investasi properti tetap nilainya akan terus naik seiring berjalannya waktu. 

 Pasar yang Sangat Luas 

Bisnis properti tidak dapat dilakukan dengan metode jual-beli, tetapi bisa juga dengan sistem sewa-beli. Peluang bisnis properti akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah tanah yang semakin bertambah. Siapa saja pasti butuh properti untuk tempat tinggal. Jadi, pasar dalam industri properti bisa sangat luas dan besar. Akan muncul banyak permintaan, mulai dari investasi, untuk membeli, atau hanya membeli) atau usaha patungan pada bisnis ini, misalnya menjadi pengembangan.