Kategori
Bisnis

Fakta Aplikasi Bisnis Daring Alimama

Fakta Aplikasi Bisnis Daring Alimama yang Kini Hilang Tanpa Jejak

Fakta Aplikasi Bisnis Daring Alimama – Belakangan ini nama aplikasi investasi Alimama mencuat ke publik karena diduga melakukan penipuan. Yang terbaru, lebih dari seribu warga Jawa Timur telah melaporkan Alimama ke polisi karena mengalami kerugian dengan nilai total mencapai miliaran rupiah.

Viral aplikasi bisnis daring Alimama sempat menjadi solusi masyarakat di tengah kesulitan ekonomi sekarang ini. Alimama merupakan bisnis daring yang menjanjikan profit yang menggiurkan bagi para penggunanya.

Menurut informasi yang beredar di Twitter, para pengguna hanya cukup mengunduh aplikasi Alimama, mengisi saldo, belanja secara virtual, dan kemudian pengguna aplikasi akan mendapatkan keuntungan melalui komisi yang dijanjikan.

Nahasnya, baru-baru ini aplikasi Alimama menjadi perbincangan karena aplikasi tersebut telah menghilang, dan menyisakan keluhan bagi para penggunanya yang merasa tertipu.

Berikut kutipan dari stpauljaycees.org beberapa fakta tentang Aplikasi Alimama yang perlu kamu diketahui.

Komisi yang diberikan Alimama untuk pengguna

Aplikasi Alimama sudah berlangsung selama hampir satu tahun di Indonesia. Sebelum menghilang, Alimama memang terbukti membayar dengan komisi 0,2 persen untuk belanja di Lazada, 0,25 persen di Tokopedia, 0,3 persen di Shopee, 0,35 persen di Taobao, 0,4 persen di Tmall, dan 0,5 persen di Amazon.

Aplikasi Alimama tidak terdaftar di Google Playstore

Selain tidak memiliki situs resmi, aplikasi Alimama juga tidak dapat ditemukan di Google Playstore seperti aplikasi bisnis daring lainnya.

Diketahui pengguna Alimama mengunduh aplikasinya melalui sebuah domain https://almm.qdhtml.net/ dan langsung melakukan registrasi.

Hal ini dikarenakan, ketika membuka domain tersebut pengguna akan ditampilkan laman untuk registrasi. Tidak ada laman yang berisi penjelasan mengenai Alimama, sehingga pengguna kekurangan informasi saat melakukan pendaftaran.

Memblokir Aplikasi Melalui Bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika

Aplikasi Alimama rilis pada November 2007

Teknologi pemasaran daring yang menawarkan layanan pemasaran daring untuk komputer pribadi dan perangkat seluler. Aplikasi Alimama yang rilis pada November 2007 ini, mengklaim bagian dari perusahaan bisnis daring terbesar dunia.

Melalui jaringan afiliasi dengan grup perusahaan terbesar dunia itu, Alimama juga menyediakan layanan pemasaran serupa kepada penjual di laman situs pihak ketiga. Aplikasi ini bergerak di bidang bisnis daring yang menjanjikan keuntungan bagi penggunanya.

Alimama tidak memiliki situs resmi yang terdaftar

Setelah ditelusuri ternyata tidak ada informasi resmi seputar bisnis daring Alimama. Bahkan, aplikasi ini juga tidak memiliki situs resmi seperti bisnis daring lainnya.

Biasanya, bisnis daring berbasis aplikasi dengan skala besar akan memiliki situs resmi. Dalam situs ini termuat informasi tentang profil perusahaan, mulai dari struktur, telepon, hingga alamat lengkap perusahaan.

Namun, jejaring yang berhasil ditemukan hanya sebuah domain https://almm.qdhtml.net/. Domain ini langsung mengarahkan pada menu registrasi agen, tanpa ada penjelasan mengenai bisnis daring tersebut.

Aplikasi Alimama kini telah menghilang dan memakan ribuan korban di Indonesia

Kini, aplikasi Alimama telah menghilang dan meninggalkan sekitar 1.600 pengguna yang tersebar dari beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Timur. Beberapa korban diketahui sudah melapor ke kepolisian setempat.

Robby Kho, salah seorang korban investasi tersebut, menjelaskan bahwa laporan sudah diajukan sejak Senin, 21 September 2020. Mereka kemudian kembali mendatangi Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur pada Selasa, 29 September 2020, untuk menyerahkan sejumlah berkas tambahan seperti bukti tangkapan layar aplikasi, nomor rekening Alimama, dan dokumen lainnya.

“Awalnya kami cuma 11 orang di Surabaya. Lalu kami buat Google Form dan disebarkan. Ternyata sudah ada 1.600 orang yang mengisi dari berbagai daerah. Maka kemudian kami bentuk tim koordinator,” ujar Robby.

Para korban tidak menyangka aplikasi Alimama tiba-tiba menghilang begitu saja, dan diperkirakan telah menelan miliaran rupiah dari para penggunanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *