Kategori
Society

80 Persen Masyarakat Percaya Indonesia di Ambang Resesi

80 Persen Masyarakat Percaya Indonesia di Ambang Resesi

Indonesia di Ambang Resesi – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbarunya, salah satunya adalah terkait kondisi ekonomi Indonesia. Hasil survei tersebut mengatakan bahwa 80 persen responden sangat/cukup percaya kalau Indonesia di ambang resesi ekonomi.

Survei tersebut dilakukan sejak Maret hingga yang terakhir pada 8-11 Juli 2020. Survei tersebut mengambil sampel 2.215 responden yang dihubungi Daftar Kiss918 secara acak via telepon.

1. Indonesia di ambang resesi ekonomi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I 2020 sebesar 2,97 persen. Angka ini turun signifikan dibandingkan kuartal IV 2019 yang sebesar 4,97 persen.

Bukan tidak mungkin, Indonesia bisa mengalami resesi. Hal itu bisa terjadi apabila pada dua kuartal selanjutnya (kuartal II dan III) pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh negatif alias sangat minus.

Menteri Keuangan Sri Mulyani bahkan memproyeksikan ekonomi di dalam negeri tumbuh -3,8 persen. “Kita lihat data BPS terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi. Bahkan kalau sampai menjadi minus tentu cukup mengerikan. Bahwa kondisi ekonomi saat ini masih berat,” terangnya.

2. Sri Mulyani berharap pertumbuhan ekonomi di 2020 masih positif

Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh positif, setidaknya di kuartal III 2020. Apalagi, pemerintah mulai melakukan kebijakan new normal dalam menghidupkan kembali kegiatan ekonomi.

“Kita masih bisa berharap proyeksi ekonomi Indonesia bisa terjaga positif. Dua kali berturut-turut negatif bisa mengalami resesi,” ujarnya.

3. Pemerintah bakal berjibaku bangkitkan ekonomi di kuartal III

Pada Kuartal I 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 2,97 persen. Nilai itu mendarat jauh dari target kuartal I yang diharapkan mencapai kisaran 4,5-4,6 persen.

Sri Mulyani juga mengatakan kalau pemerintah masih punya kesempatan untuk membangkitkan ekonomi di sepanjang kuartal III (Juli-September) 2020. Bila pemerintah akan mampu melalukannya, dia optimistis pada kuartal IV perbaikan ekonomi masih akan terus berlanjut.

“Nah kuartal I masih (tumbuh) 3 persen, kedua mungkin (kuartal II tumbuh) negatif. Nah kuartal III kita berharap bisa mendekati 0 (persen). Makanya tidak terjadi resesi. Ini perjuangan berat,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *