Kategori
Society

Warga Jerman Protes Pembatasan COVID-19 

Puluhan Ribu Warga Jerman Protes Pembatasan COVID-19

Warga Jerman Protes Pembatasan COVID-19 – Puluhan ribu demonstrasi berkumpul di pusat kota Berlin, Jerman pada Sabtu waktu setempat untuk menjaga sosial covid-19 yang diterapkan oleh pemerintah.

Setidaknya ada 20.000 warga Jerman melakukan protes karena pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah pada Sabtu, 7 November 2020. Protes tersebut terjadi di Leipzig, 190 kilometer arah selatan dari ibukota Berlin. Puluhan ribu warga yang melakukan protes itu, jauh melampaui jumlah yang diizinkan oleh otoritas keamanan setempat.

Jerman baru satu minggu menjalankan strategi penguncian ringan (lockdown light). Langkah tersebut diambil karena lonjakan infeksi virus yang terus terjadi di negara yang dipimpin oleh Kanselir Angela Merkel. Penguncian ringan atau penguncian parsial dipilih karena Jerman tidak ingin melumpuhkan negara.

Dalam laporannya pada hari Sabtu, dalam 24 jam sedikitnya 23.000 warga Jerman Login IDN Poker Mobile terinfeksi virus corona. Melansir dari data yang dikumpulkan oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), jumlah kematian akibat virus corona di Jerman telah mencapai 11.226 orang.

Bentrok dengan petugas keamanan dan wartawan

Awalnya, demonstrasi belum mencapai jumlah yang mencengangkan. Akan tetapi, lambat laun massa berkumpul dan menciptakan sebuah kelompok besar yang jumlahnya sekitar 16.000 dan terus bertambah sampai sekitar 20.000 orang. Beberapa orang yang berada dalam barisan demonstran, ada yang memakai masker dan tetap melakukan jaga jarak sosial. Tetapi banyak diantaranya yang mengabaikan aturan pemakaian masker dan aturan jarak sosial.

Associated Press melaporkan pemerintah kota memerintahkan acara demonstrasi harus selesai setelah dua jam. Akan tetapi hampir separuh dari peserta demonstrasi tetap bertahan dan tidak mau membubarkan diri. Mereka tetap berada di lokasi demonstrasi meskipun hari sudah mulai gelap. Pihak keamanan akhirnya turun tangan untuk membubarkan kerumanan demonstran.

Ketika pasukan keamanan bergerak untuk melakukan pembubaran terhadap para demonstran, terjadi bentrok diantara dua kelompok tersebut. Pihak keamanan mengabarkan bahwa “Ada banyak serangan terhadap petugas keamanan” dan beberapa dilakukan oleh kelompok sayap kanan. 32 serangan juga dilaporkan terjadi terhadap pawa wartawan. Sebagian besar yang melancarkan serangan itu adalah kelompok Querdenken.

Dari sekitar 20 ribu orang yang mengikuti aksi demonstrasi, Deutsche Welle mendapatkan informasi dari pihak polisi bahwa 90 persen dari massa tidak mengenakan masker atau mematuhi aturan jarak sosial yang telah diberlakukan untuk meminimalisir sebaran infeksi virus corona.

Pemerintah Jerman dianggap mengabaikan hak dasar warga negara

Lokomotif yang menyerukan untuk melakukan demonstrasi dan protes di Leipzig adalah Querdenken. Kelompok ini muncul pada momentum pembatasan yang dilakukan untuk mencegah persebaran infeksi virus corona pada bulan Juni 2020. Tak pernah diperkirakan, kelompok tersebut membesar di seluruh negeri dan menentang langkah-langkah pembatasan yang dilakukan pemerintah.

Laporan yang ditulis oleh Ben Knight dari kantor berita Deutsche Welle mengungkapkan bahwa kelompok Querdenken telah tersebar ke 50 kota di seluruh Jerman. Mereka mendukung hak-hak dasar yang diabadikan dalam Konstitusi Jerman, khususnya kebebasan berpendapat, berekspresi dan berkumpul.

Akan tetapi kelompok tersebut kemudian semakin agresif. Juru bicara Kementrian Dalam Negeri Berlin, Martin Pallgen, menjelaskan bahwa kelompok tersebut memiliki sikap yang semakin kuat, lebih agresif secara verbal dalam menyangkal keberadaan corona terhadap petugas polisi, kontra demonstran dan media”.

Mereka melakukan demonstrasi dan protes karena menganggap pemerintah Jerman telah merampas hak-hak dasar warga negara, dan mengubur kebebasan setiap orang dengan melakukan kebijakan-kebijakan penguncian, pelarangan serta pembatasan.

Penyangkalan keberadaan virus corona

Aturan baru yang diterapkan oleh pemerintah Jerman adalah bar, kafe, restoran tidak diizinkan melayani pelanggan makan di tempat mereka. Semua jenis pembelian harus dibungkus dan tidak diperbolehkan makan ditempat. Semua bioskop diperintahkan untuk tutup. Meski warga Jerman tidak dituntut untuk mengunci diri di dalam rumah, akan tetapi minimal pertemuan yang diizinkan adalah dua rumah tangga saja.

Dari beberapa demonstran yang hadir, ada yang menuntut Kanselir Jerman Angela Merkel untuk mundur dari jabatannya. Mereka meneriakkan kata-kata “perdamaian, kebebasan dan tidak ada kediktatoran”. Salah satu demonstran yang berusia 65 tahun mengatakan, “bagi saya tidak ada virus, mereka menyebut ini krisis virus corona sebagai motif, tetapi ada hal lain di balik ini semua”, katanya seperti dikutip dari Deutsche Welle.

Kelompok sayap kanan, penggemar ide-ide dan gagasan fasisme bahkan ikut turut membonceng dalam demonstrasi tersebut. Michael Bellweg, pendiri Querdenken telah mencoba menjauhkan kelompoknya dari gerombolan sayap kanan yang ikut dalam protes. Dari kelompok sayap kanan yang terlihat hadir dalam demonstrasi itu adalah kelompok neo Nazi NPD dan demonstran yang membawa bendera “Reich” Jerman, yang kalah pada saat Perang Dunia Pertama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *