Kategori
Bisnis

Tips agar Bisnis Bisa Tetap Beroperasi selama Krisis COVID-19

Tips agar Bisnis Bisa Tetap Beroperasi selama Krisis COVID-19

Tips agar Bisnis Bisa Tetap Beroperasi selama Krisis COVID-19 – Pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya Penyakit korona virus 2019 di seluruh dunia. Penyakit ini tersebabkan oleh korona virus jenis baru dengan nama SARS-CoV 2. Wabah COVID-19 pertama kali dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada tanggal 1 Desember 2019, dan ditetapkan sebagai  pandemi oleh Organisasi  Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020.Hingga 17 September 2020, lebih dari 29.864.555 orang kasus telah dilaporkan  lebih dari 210 negara dan wilayah seluruh dunia, mengakibatkan  lebih dari 940.651 orang meninggal dunia dan lebih dari 20.317.519 orang sembuh.

Banyak sektor usaha terdampak dalam beberapa bulan terakhir akibat COVID-19. Lockdown atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat banyak perusahaan harus berpikir keras untuk mencari pendekatan inovasi. Yang harus mereka lakukan demi mempertahankan kelangsungan bisnis mereka.

Bahkan ketika ketidakpastian ekonomi ini mulai mereda, ada kebutuhan mendesak akan panduan yang memprioritaskan perubahan pada pendekatan inovasi. Dan bagaimana memutuskan peluang poker deposit pulsa tanpa potongan mana yang harus kita pahami.

Ada tiga cara yang bisa kita lakukan para pengusaha dan pertanyaan yang mereka harus jawab agar bisnis mereka bisa tetap berkembang selama krisis ini.

1. Berinvestasi dalam bakat inovasi karyawan

Ketika bicara soal inovasi, tentu tidak lepas dari peran sumber daya manusia atau karyawan yang para pengusaha miliki. Eksekutif senior dari perusahaan yang paling cepat berkembang memberikan perhatian khusus untuk menjaga para pemimpin tim, direktur proyek dan manajer program yang memperjuangkan dan memimpin inisiatif inovasi perusahaan.

Caranya bisa dengan mempertahankan talenta top yang mereka miliki. Kedua, perusahaan bisa mulai ‘melirik’ talenta terbaik dari perusahaan pesaing yang mungkin mengalami kendala seperti pemotongan gaji, merumahkan sementara dan lainnya. Nah untuk meyakinkan apakah investasi terhadap bakat inovasi ini hal penting, coba jawab pertanyaan ini dulu:

Apakah bakat inovasi itu adalah hal yang langka dan perlu kita cari? Sudah belum sih kita berinvestasi untuk memahami secara mendalam dan mengembangkan kompetensi para pemimpin inovasi yang akan kita rekrut? Apakah kita menganggapnya sebagai perusahaan pilihan oleh talenta inovasi yang ingin kita rekrut? Jika tidak, mengapa tidak? Langkah apa yang kita ambil untuk mempertahankan karyawan dengan potensi inovasi yang tinggi?

2. Riset apa yang dibutuhkan pelanggan dan mencari inovasi baru
riset%20atau%20pencarian - Tips agar Bisnis Bisa Tetap Beroperasi selama Krisis COVID-19

Suara pelanggan sangat penting untuk mengetahui apa yang terjadi di pasar. Kadang pendapat konsumen bisa menjadi indikator dari perubahan yang akan datang. Untuk tahu apa cara atau pendekatan yang kita lakukan untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan itu penting, pengusaha bisa menjawab pertanyaan ini.

Kedua, berapa banyak yang kita investasikan dalam mencari peluang daripada bereaksi terhadap ide-ide dari penelitian dan pengembangan (litbang), operasi, dan tenaga penjualan.

3. Jangan takut ambil risiko dan belajar dari kesalahan

Pengusaha juga harus mendorong pengambilan risiko secara bijaksana. Organisasi yang inovatif biasanya menumbuhkan toleransi untuk mengambil risiko dengan mendukung eksperimen cepat-gagal dan belajar dari kekecewaan atas kesalahan inovasi mereka.

Siapa pun tidak akan senang dengan ketidakpastian. Tetapi cara perusahaan mengatasi ketidakpastian yang tidak dapat dikurangi ini dengan memisahkan para pemimpin pertumbuhan dari para penghambat ide mereka.

Para pengusaha harus membedakan kekecewaan mereka, berbagi resiko dengan rekan pengembangan mereka dan menahan serta mengelola risiko ini dengan taruhan yang kecil dan bertahap. Mereka mengambil tanda-tanda dari startup untuk mengadaptasi konsep-konsep seperti prototyping cepat, eksperimen yang hemat dan metodologi yang ringkas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *