Kategori
Society

Rahasia Hidup Panjang Umur Mulai dari Pola Makan sampai Sosial

Rahasia Hidup Panjang Umur Mulai dari Pola Makan sampai Sosial

Rahasia Hidup Panjang Umur Mulai dari Pola Makan sampai Sosial – Panjangnya umur seseorang memang tidak ada yang tahu. Ada orang yang berumur panjang dan ada juga orang berumur pendek. Tentunya, jika boleh memilih, sebagian besar dari kita ingin memiliki umur panjang. Dan tentunya disertai kesehatan yang prima. Umur panjang tanpa badan yang sehat rasanya malah terdengar sia-sia.

Meski umur seseorang tidak dapat diprediksi, ternyata ada rahasia yang bisa kita lakukan untuk memiliki umur panjang. Jika ditanya mau hidup sampai berapa tahun, angka berapa yang akan kamu lontarkan? 100 tahun atau selamanya?

Pada faktanya, umur manusia hanyalah misteri dan kita tidak bisa mengaturnya sesuka hati. Meski begitu, sebenarnya kita tetap bisa berusaha menjaga tubuh dan pikiran kita agar senantiasa sehat. Sebab, sehat adalah salah satu kunci usia yang panjang. Kira-kira, apa saja ya rahasia IDNPlay Poker hidup panjang umur?

1. Jadi vegetarian
pexels daria shevtsova 3629537 859e35d3f84c321f814a3327900d2a86 04aeb10b789ec5470b5b9f3a106dc9c1 - Rahasia Hidup Panjang Umur Mulai dari Pola Makan sampai Sosial

Studi yang dipublikasikan oleh JAMA Internal Medicine, menyebutkan jika vegetarian lebih unggul dalam hidup lebih lama dibandingkan dengan yang tidak. Studi yang melibatkan 73.308 orang dewasa berusia maksimal 50 orang tersebut, berjalan selama enam tahun dan melibatkan separuh dari total peserta yang asalnya dari vegetarian.

Selama berjalan, 2.570 orang peserta meninggal dunia dan hanya 12 persen yang merupakan vegetarian. Sementara studi lain yang ditunjukkan oleh Journal of Clinical Nutrition, menyebut jika vegetarian tak rentan berpenyakit jantung iskemik.

Hasil studi tersebut bukan berarti kamu harus berhenti menyantap daging. Namun, semakin banyak porsi sayuran yang kamu asup, semakin baik pula untuk kesehatan jangka panjang.

2. Tidak bergantung pada suplemen vitamin D
pexels pixabay 208518 859e35d3f84c321f814a3327900d2a86 7b4f49050fd8e94fc14d794f97ba3d72 - Rahasia Hidup Panjang Umur Mulai dari Pola Makan sampai Sosial

Studi yang ada di Canadian Medical Association Journal, mengungkapkan kaitan antara rendahnya level vitamin D seseorang dengan panjang usia keluarga. Penelitian ini berfokus pada anak-anak nongenarian (generasi keluarga yang mampu hidup hingga berusia 90 tahunan).

Hasilnya, mereka memiliki level vitamin D yang lebih rendah dan level protein yang jauh lebih tinggi. Jadi, daripada kamu khawatir kekurangan vitamin D dan mengonsumsi suplemen, coba cari yang alami dengan sayuran, buah-buahan, dan sumber protein lain.

3. Merenung atau meditasi
pexels rfstudio 3820369 859e35d3f84c321f814a3327900d2a86 0ef4ec73b3dd105fa400ffe0c7fcfd07 - Rahasia Hidup Panjang Umur Mulai dari Pola Makan sampai Sosial

Merenung atau meditasi dapat menjaga ketenangan batin dan pikiran dari stres. Jika seseorang mengalami stres, beragam penyakit kronis mungkin saja melanda.

Hal ini pernah dibuktikan oleh herbalis Tiongkok bernama Li Ching-Yuen. Ia meninggal pada tahun 1933 di usia 197 tahun.

Selain meditasi, kamu bisa melakukan yoga, tai chi, hingga berlibur. Jadi, sempatkanlah waktumu untuk menenangkan batin ya!

4. Menggunakan minyak zaitun untuk berbagai kebutuhan
pexels naim benjelloun 2290744 859e35d3f84c321f814a3327900d2a86 e78ac4cae928f168b69ac03d6caed23c - Rahasia Hidup Panjang Umur Mulai dari Pola Makan sampai Sosial

Jika kamu tahu, ada warga Prancis yang mampu hidup hingga 122 tahun. Ia bernama Jeanne Calment. Ia menggunakan minyak zaitun untuk mengolah makanan dan menggunakannya juga untuk merawat kulit dan rambut.

Menurut Molecular Nutrition & Food Research, kandungan antioksidan dan lipid tak jenuh tunggal yang tinggi pada minyak zaitun, dapat memperpanjang usia.

5. Mempererat hubungan sosial
pexels kampus production 5935239 859e35d3f84c321f814a3327900d2a86 1ee42a17c2eff4c33def62e876d44c1e - Rahasia Hidup Panjang Umur Mulai dari Pola Makan sampai Sosial

148 penelitian independen yang disusun oleh Brigham Young dan University of North Carolina di Chapel Hill, menyebutkan jika kualitas dan kuantitas hubungan seseorang, dapat berdampak pada morbiditas dan mortalitas.

Orang-orang yang punya jaringan sosial kuat, memiliki potensi 50 persen lebih dalam kemungkinan bertahan hidup dibandingkan mereka yang hubungan sosialnya buruk.