Kategori
Society

Satu Keluarga di Sigi Dibunuh

Satu Keluarga di Sigi Dibunuh, Warga Sekitar Bersembunyi di Hutan

Satu Keluarga di Sigi Dibunuh – Rifai juga menjelaskan bahwa lokasi pembunuhan itu memang sangat sepi dan hanya ditempati beberapa kepala keluarga. Satu keluarga di Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dibunuh orang tak dikenal pada Jumat, sekitar pukul 09.00 WITA.

Kepolisian hingga kini masih Download Aplikasi Sbobet Terbaru menyelidiki kasus pembunuhan ini, dan juga dugaan kaitan dengan kelompok teroris.

Warga sekitar bersembunyi dan melarikan diri ke hutan

Tidak hanya itu, sejumlah warga yang bermukim sekitar rumah korban, bersembunyi dan melarikan diri ke dalam hutan dan belum ada kabar hingga saat ini.

”Kalau situasi tentunya masih mencekam, mayat untuk sementara masih di TKP,” jelasnya.

Empat orang menjadi korban pembunuhan misterius

Sekretaris Desa Lembatongoa Rifai mengatakan, korban berjumlah empat orang. ”Dari informasi saya dapatkan ada empat orang. itu mertua, anak, menantu,” ungkapnya, seperi dilansir doelgercenter.com.

Polisi selidiki dugaan pelaku adalah kelompok teroris

Sementara, Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyautama mengatakan, saat ini aparat kepolisian masih menyelidiki kasus pembunuhan ini.

Ia juga belum dapat memberikan informasi lebih terkait pembunuhan satu keluarga ini, apakah ada keterkaitan dengan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur Poso, atau tidak.

”Ia kita masih cek, lokasinya itu di atas bukit. Nanti kita informasikan lagi ya,” terangnya.

Kapolres Sigi, AKBP Yoga Priyautama menjelaskan saat ini aparat kepolisian masih menuju ke lokasi pembunuhan untuk melakukan pengecekan. Dia juga belum dapat memberikan informasi lebih terkait pembunuhan satu keluarga ini, apakah ada keterkaitan dengan Kelompok DPO Mujahidin Indonesia Timur Poso, atau tidak.

Kategori
Society

Pelaku Pembunuhan di Belilik, Tersangka mengaku Sakit Hati

Pelaku Pembunuhan di Belilik, Tersangka mengaku Sakit Hati

Pelaku Pembunuhan di Belilik, Tersangka mengaku Sakit Hati – Kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Belilik Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah, Kamis malam membuat gempar masyarakat. Kasus itu sendiri mulai memunculkan fakta baru.

Sebelumnya, Taufik Warga Desa Namang Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah meregang nyawa mulai terungkap. Kasus pembunuhan itu sendiri yang terjadi menjelang berbuka puasa Kamis kemarin.

Beberapa sumber mengatakan antara pelaku nekat menghabisi nyawa Taufik karena diduga dengan ucapan korban yang dianggap menyinggung pelaku.

“Korban mengucapkan kata-kata yang menyinggung masalah pribadi pelaku sehingga membuat pelaku emosi dan langsung mengambil parang dan menghabisi korban,” ujar sumber Lensabangkabelitung.com, Jumat.

Sumber tersebut menuturkan pelaku dan korban berteman dan merupakan rekan dalam menjalankan bisnis timah. Bahkan sebelum kejadian, pelaku dan korban sempat terlihat minum minuman keras.

“Saat pondok milik terduga pelaku Tesen, ada yang melihat mereka berdua sempat minum terlihat minuman keras,” ujar dia.

Korban di temukan tewas mengenaskan

“Saat pondok milik terduga pelaku Tesen, ada yang melihat mereka berdua sempat minum terlihat minuman keras,” ujar dia.

Informasi yang dihimpun di lapangan, kasus tersebut baru dilaporkan ke kepolisian Kamis Malam sekitar pukul 21.00 WIB oleh Basroni yang merupakan petani warga Desa Belilik setelah korban Taufik ditemukan tewas bersimbah darah.

Saat ditemukan, tubuh Taufik penuh luka bacokan parang di bagian kepala, tangan kanan, punggung dan pundak. Diduga kuat luka menganga yang dialami korban tersebut, membuat korban diduga langsung tewas ditempat.

Kapolres Bangka Tengah AKBP Slamet Ady Purnomo membenarkan adanya kejadian pembunuhan di wilayah hukum yang dipimpinnya. Saat ini kata dia, pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Masih kita selidiki dan nanti akan kita sampaikan lebih lengkap perkembangan kasusnya,” ujar dia.