Kategori
Bisnis

Rencana Swiss Untuk Lakukan Referendum UU Bisnis Komoditas

Rencana Swiss Untuk Lakukan Referendum UU Bisnis Komoditas

Rencana Swiss Untuk Lakukan Referendum UU Bisnis Komoditas – Swiss, secara resmi Konfederasi Swiss atau dalam bahasa Latin  Confoederatio Helvetica, adalah negara federal berisi 26 kanton di Eropa Tengah. Yang berbatasan dengan Jerman di utara, Prancis di barat, Italia di selatan, Liechtenstein dan Austria di timur. Swiss adalah negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari Pegunungan Alpen. Negara (Swiss) di kenal sebagai negara netral namun tetap memiliki kerja sama internasional yang kuat.

Swiss terbagi atas 26 kanton. Enam darinya kadang-kadang di anggap sebagai “separuh kanton”. Karena berawal dari pemisahan tiga kanton, dampaknya hanya ada satu wakil dalam Dewan Negara. Ibu kota negara ini adalah Bern. Kota-kota penting lainnya adalah Zurich, kota terbesar di Swiss (yang di nobatkan sebagai kota yang memiliki kualitas hidup terbaik di dunia pada tahun 2006 dan 2007). Dan Jenewa, yang menjadi lokasi berbagai badan internasional seperti PBB, WHO, ILO, dan UNHCR.

Pemerintah Swiss berencana melakukan referendum terkait Undang-Undang yang mengatur keberlangsungan bisnis poker deposit pulsa 10000 komoditas di negaranya. Hal ini berkaitan dengan banyaknya kasus kerusakan alam serta pelanggaran HAM.

1. UU ini bertujuan memberikan kesempatan kepada korban yang melaporkan dugaan pelanggaran untuk menuntut perusahaan yang bersangkutan
artikel 2a d2a122e05dc7e0b1f0ef19aefafeeab3 - Rencana Swiss Untuk Lakukan Referendum UU Bisnis Komoditas

Dilansir dari BBC, tanggung jawab perusahaan merupakan prioritas bagi perusahaan multinasional. Seperti perusahaan Nestle yang mengatakan bahwa mereka mengamati rantai pasokan mereka dari awal hingga akhir. Untuk memastikan praktik kerja yang adil serta mencegah pekerja anak di bawah umur atau menimbulkan kerusakan lingkungan. Undang-undang baru ini berupaya untuk menegakkan standar serta memungkinkan korban dugaan pelanggaran HAM. Atau kerusakan lingkungan untuk menuntut perusahaan Swiss di pengadilan setempat.

Perusahaan harus membuktikan bahwa mereka telah mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mencegah kerugian. Secara khusus, industri ekstraktif sebagai bidang usaha yang menjadi perhatian Swiss akhir-akhir ini lantaran tambang di Amerika Selatan. Yang memasok perusahaan Swiss justru menyebabkan kerugian serius. Peran Swiss dalam perdagangan komoditas global. Diantaranya pusat perdagangan global untuk minyak dan minyak bumi, logam, mineral, produk pertanian, gula, kapas, sereal, dan biji minyak.

2. Reaksi dari para pimpinan perusahaan asal Swiss
artikel 2b 9b576d9b8c652870452608ea63b1d253 - Rencana Swiss Untuk Lakukan Referendum UU Bisnis Komoditas

Sebagian besar dari pelaku usaha atau pimpinan perusahaan asal Swiss sangat waspada terhadap Undang-Undang baru yang di usulkan, terutama karena mereka yakin Undang-Undang itu akan menempatkan Swiss pada jalur yang berbeda dan lebih radikal di bandingkan negara-negara Eropa lainnya. Oleh karena itu justru menempatkan perusahaan Swiss pada posisi yang kurang menguntungkan. Erich Herzog dari federasi bisnis Swiss, Economiesuisse, berpendapat bahwa ini bukan saat yang tepat untuk memperkenalkan Undang-Undang baru yang ketat serta dalam pandangannya eksperimental.

Ia menambahkan justru membuat lemah perusahaan Swiss setelah di hantam oleh pandemi COVID-19, padahal Swiss merupakan negara yang sangat kecil. Ia juga merasa yakin keputusan semacam ini harus di buat di tingkat internasional dan ada dukungan politik untuk sudut pandang itu. Pemerintah Swiss dan kedua Majelis Parlemen justru telah menolak Undang-Undang baru tersebut, sebaliknya mereka berjanji untuk memperkenalkan aturan baru yang mewajibkan perusahaan untuk memperkuat pemeriksaan atas operasi mereka di luar negeri serta untuk mengikat Swiss pada Undang-Undang Bisnis yang bertanggung jawab sedang di pertimbangkan oleh Uni Eropa.

3. Meskipun dalam hasil pemungutan suara di dominasi “setuju”, justru akan memakan waktu yang lebih lama untuk diterapkan
artikel 2c e0b622a5c2b04d3ce21206e7070c8090 - Rencana Swiss Untuk Lakukan Referendum UU Bisnis Komoditas

Menurut Kepala Layanan Perubahan Iklim dan Keberlanjutan EY Swiss, Mark Veser, mengatakan meski dalam hasil referendum mengatakan “setuju” di hasl akhir, perusahaan Swiss akan menghadapi peraturan baru dan tentunya akan memakan waktu lebih lama untuk di terapkan. Saat ini, tidak seperti perusahaan di Uni Eropa, perusahaan Swiss tidak di haruskan untuk mengungkapkan informasi non keuangan.

CEO Nestle, Mark Schneider, menepis anggapan bahwa Nestle akan meninggalkan Swiss jika inisiatif itu lolos. Namun dalam sebuah iklan surat kabar setempat, CEO Credit Suisse, Thomas Gottstein, dan pimpinan eksekutif lainnya di bank memperingatkan kemunduran eksodus. Pihaknya juga menambahkan bukan tak mungkin perusahaan-perusahaan Swiss memutuskan untuk pindah ke negara lain yang tentunya berefek pada hilangnya pekerjaan berharga dan aset kena pajak di Swiss.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *